Pemkab Kulon Progo: Ganti Rugi Lahan Proyek Bandara 100 Kali Lipat NJOP

Pemkab Kulon Progo mengklaim lebih banyak warga memilih uang ganti rugi, lantaran lebih besar dibandingkan tanah gratis dari Pemkab Kulonprogo yang nilai NJOP-nya hanya Rp150 ribu per meter persegi.

Rabu, 27 Des 2017 13:56 WIB

Polisi berjaga di lahan untuk proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (5/11/2017). (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

KBR, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengklaim prosedur perpindahan warga terdampak proyek Bandara Internasional Yogyakarta sudah sesuai aturan.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan pemberian ganti rugi lahan bagi warga terdampak juga melebihi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Hasto mengatakan uang pengganti bagi warga sebesar Rp800 ribu per meter persegi. Padahal, rata-rata NJOP tanah rumah warga sebesar Rp8000 per meter persegi.

"Yang pertama yang dia punya tanah, punya rumah sudah bersedia ganti rugi, kemudian menerima ganti rugi. Ganti ruginya 10 kali lipat daripada NJOP bahkan 100 kali lipat," kata Hasto saat dihubungi KBR, Selasa (26/12/2017).

Hasto menerangkan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menyiapkan tiga pilihan bagi warga terdampak. Pilihan-pilihan itu antara lain pemberian ganti rugi kepada warga dan warga dipersilakan membeli rumah di tempat lain, atau pemberian ganti rugi dan warga dipersilakan membeli lahan pada tanah kas desa, dan pilihan ketiga adalah memberikan tanah gratis bagi warga dari tanah milik Pakualaman tanpa ada uang pengganti.

Hasto mengklaim dari 100 orang warga yang tadinya menuntut tanah gratis dari pemerintah, tinggal 48 warga yang akhirnya tetap meminta tanah gratis itu. Sedangkan 52 warga lainnya memilih uang ganti rugi, lantaran uang pengganti lebih besar nilainya dibandingkan tanah gratis dari Pemkab Kulonprogo yang nilai NJOP-nya hanya Rp150 ribu per meter persegi.

Hingga Selasa (26/12/2017) malam, Hasto mengklaim dari total 2.600 warga terdampak, tinggal 32 warga yang belum menyetujui nilai ganti rugi.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.