Pemkab Cilacap Mulai Distribusikan Bantuan untuk Korban Gempa

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, bantuan diprioritaskan bagi korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan skala terbatas.

Minggu, 17 Des 2017 16:11 WIB

Ilustrasi: Warga melintas di depan rumah permanen berlantai dua yang ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter di Desa Gunung Sari, Jawa Barat, Sabtu (16/12). (Foto: ANTARA)

KBR, Cilacap – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mulai mendistribusikan bantuan untuk korban gempa bumi 6,9 skala ritcher (SR) yang menggoncang sebagian Pulau Jawa, terutama Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian selatan dan Yogyakarta.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, bantuan diprioritaskan bagi korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan skala terbatas. Bantuan berupa material bangunan di antaranya papan kalsiboard dan asbes serta logistik untuk bekerja bakti.

Adapun untuk korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga roboh, masih belum diputuskan. Hal tersebut menurutnya, masih menunggu hasil penilaian BPBD. Kata dia, bantuan yang didistribusikan merupakan bagian dari tanggap darurat penanganan pascabencana.

"Saya sedang memberikan bantuan BBR (Bahan Bangunan Rumah), yang di Adipala yang terdampak gempa, dengan Pak Wakil Bupati. Pak Wakil Bupati mendistribusikan ke Adipala, Pak Dandim ke Kedungreja, Kapolres ke Sidareja, Pak Danlanal ke Gandrungmangu," tutur Tri Komara Sidhy di Cilacap, Minggu (17/12).

Baca juga:

Tri Komara melanjutkan, sementara ini data kerusakan rumah di Cilacap mencapai 110 rumah. Antara lain terdiri atas 18 unit yang roboh, 29 unit rusak berat, 18 unit rusak sedang, dan 45 unit rusak ringan.

Selain rumah, sejumlah sekolah, fasilitas umum dan tempat ibadah juga dilaporkan rusak.

Komara menjelaskan, data ini diperoleh di 15 dari total 24 kecamatan di Cilacap. Menurutnya, masih terbuka kemungkinan jumlah kerusakan ini akan bertambah seiring masuknya data-data dari desa-desa terdampak. Dia menambahkan, dari jumlah tersebut kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp726.350.000.

Pada Jumat (15/12) lalu, terjadi gempa berkekuatan 6,9 skala richter yang mengguncang Jawa Barat, Jawa Tengah serta Yogyakarta bagian selatan. Gempa dengan pusat goncangan di Tasikmalaya itu menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakibatkan sejumlah rumah di kabupaten itu ambruk.

Sementara dampak di daerah lain, menurut keterangan tertulis juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho, beragam. Gempa dirasakan kencang/kuat 5 hingga 10 detik di Jawa Barat. Sementara untuk Yogyakarta, gempa dirasakan kencang sekitar 20-30 detik. Untuk Kabupaten Bantul, guncangan terasa kencang selama 5 hingga 30 detik. Sedangkan di provinsi Jawa Tengah, gempa dirasakan sedang selama 10 detik. 



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi Minta Perbankan Beri Kredit UMKM

  • PT Angkasa Pura I Buka Peluang Musyawarah Terkait Konflik NYIA
  • Turki Ancam Serang Milisi Kurdi
  • PBB: Tiga Tahun Terakhir Terpanas Dalam Sejarah

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.