Kelaparan, Kawanan Gajah Liar Terjang 4 Desa di Bener Meriah Aceh

Dari pantauan di lokasi, jumlah gajah liar yang berkeliaran di pemukiman penduduk mencapai 40 ekor. Ada sekitar 11 rumah dan gubuk milik warga setempat rusak akibat masuknya gajah itu.

Kamis, 21 Des 2017 11:52 WIB

Kawanan gajah yang masuk perkampungan Desa Arul Gading, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (20/12/2017). (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bener Meriah – Puluhan ekor kawanan gajah liar menerjang empat desa di Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. 

Sekitar seratus hektare sawah dan kebun milik warga rusak, meliputi Desa Arul Gading, Desa Singah Mulo, Desa Musara Pakat dan Desa Persiapan Menderek. 

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan gangguan gajah liar di wilayah Bener Meriah sudah begitu parah. Nova mengklaim sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk menggiring gajah liar itu menggunakan gajah jinak dari Saree, Aceh Besar.

"Kami sudah duduk dengan para pihak. Sudah ada penyelesaiannya. Dalam jangka panjang kita akan buat komunitas gajah sehingga gajahnya sendiri tidak dirugikan, apalagi manusia. Yang kedua, kami akan bantu Pemkab untuk menutup tanggul yang selama ini biasanya digunakan gajah keluar masuk. Dan, untuk jangka pendek, sudah ada 100 personil tim BKSDA di Bener Meriah," kata Nova Iriansyah kepada KBR, Kamis (21/12/2017).

Dari pantauan di lokasi, jumlah gajah liar yang berkeliaran di pemukiman penduduk mencapai 40 ekor. Ada sekitar 11 rumah dan gubuk milik warga setempat rusak akibat masuknya gajah itu. 

"Gajah-gajah ini kelaparan, sehingga merusak hamparan pertanian dan kebun seluruhnya. Mereka berkeliaran di mana-mana. Sampai-sampai gubuk saya nyaris roboh ditubruk," kata Muhammad Yusuf (46 tahun), warga Kampung Arul Gading.

Yusuf berharap, Pemda segera menghalau gajah liar dari perkampungannya. Ia khawatir bila tidak ditanggulangi dengan cepat akan berdampak buruk terhadap keselamatan jiwa penduduk.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".