Imbas Erupsi Gunung Agung, Hotel di NTB Beri Diskon Hingga 50 Persen

Diskon itu diberikan sebagai imbas dari erupsi Gunung Agung di Karangasem Bali yang menyebabkan banyak wisatawan harus memperpanjang lama tinggal di NTB.

Jumat, 01 Des 2017 11:22 WIB

Para penumpang bersiap menaiki pesawat di Bandara Lombok, NTB, Rabu (29/11/2017), sehari sebelum bandara ditutup kembali akibat erupsi Gunung Agung. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

KBR, Mataram - Para pengusaha hotel di Nusa Tenggara Barat memberikan diskon tarif bagi wisatawan antara 10 hingga 50 persen.

Diskon itu diberikan sebagai imbas dari erupsi Gunung Agung di Karangasem Bali yang menyebabkan banyak wisatawan harus memperpanjang lama tinggal di NTB. 

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB, Lalu Abdul Hadi Faisal mengatakan pemberian diskon itu sesuai permintaan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. 

Abdul Hadi Faisal mengatakan banyak wisatawan terpaksa memperpanjang lama tinggal di Lombok dan Sumbawa karena bandara Lombok International Airport (LIA) ditutup sementara lantaran terganggu abu vulkanik Gunung Agung.

"PHRI sudah mengimbau seluruh anggota hotel dan restoran untuk menunjukkan pelayanan. Kita berusaha membangun pariwisata yang berkepanjangan, berkelanjutan. Banyak langkah yang bisa kita lakuka,n diantaranya pelayanan. Sepanjang pantauan kami di hotel–hotel, mereka sudah memberikan pelayanan yang memuaskan, terutama yang memperpanjang masa tinggal. Ada juga anggota PHRI yang memberikan makan siang gratis juga," kata Lalu Abdul Hadi Faisal, Kamis (30/11/2017).


Gunung Agung terlihat dari Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (28/11/2017). (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi) 

Baca juga:

Abdul Hadi Faisal mengatakan sebagian besar anggota PHRI sudah berkomitmen memberikan diskon kepada para tamu. Besaran diskon tergantung kebijakan masing-masing hotel. Namun, sesuai arahan Menteri Pariwisata, diskon berkisar 10 persen hingga 50 persen.

Ketua Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (INCCA) Provinsi NTB M Nurhaedin mengatakan, bencana erupsi Gunung Agung Bali mengganggu kegiatan rapat dan konvensi atau MICE di Lombok. 

Padahal, biasanya di akhir tahun hotel, agen perjalanan serta penyelenggara kegiatan (Event Organizer/EO) sedang menunggu paket kegiatan yang cukup banyak. 

INCCA belum mampu menghitung kerugian dari bencana ini. Namun jika erupsi Gunung Agung terus berlanjut hingga akhir tahun dan mengakibatkan bandara Lombok buka-tutup, maka target kunjungan akan berkurang sekitar 20-30 persen.


Wisatawan menyeberang dari Lombok, NTB ke Bali menggunakan kapal cepat di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). Wisatawan menggunakan kapal cepat karena Bandara Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung. (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf) 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Praperadilan Setnov Gugur

  • Pemkab Nunukan Hutang Rp 40 Miliar
  • Kanada Izinkan Ekspor Senjata ke Ukraina
  • Sepupu Nani Dapat Kontrak United

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi