Bupati Bondowoso 'Rayu' Generasi Milenial agar Jadi Petani

Pemkab telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong anak muda agar terjun menjadi petani. Beberapa diantaranya dengan membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang fokus pada sektor pertanian.

Senin, 18 Des 2017 13:48 WIB

Ilustrasi. Petani menggunakan mesin penanam padi otomatis di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (28/11/2017). (Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bondowoso – Sektor pertanian merupakan salah satu potensi unggulan yang dimiliki pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. 

Dengan potensi lahan pertanian mencapai 350 ribu hektar lebih, kini Pemerintah Kabupaten Bondowoso tengah membidik generasi milenial untuk terjun menjadi petani.

Bupati Bondowoso, Amin Said Husni mengatakan Pemkab telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong anak muda agar terjun menjadi petani. Beberapa diantaranya dengan membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang fokus pada sektor pertanian.

"Kami sudah punya beberapa SMK berbasis pertanian di Bondowoso. Ke depan kami juga mendorong berdirinya Program Studi khusus pertanian di beberapa universitas yang akan dibuka di Bondowoso. Ini bagian dari cara kami untuk mendorong agar pertanian menjadi pilihan rasional dari anak–anak kita," kata Amin Said Husni kepada KBR.

Baca juga:

Selain itu, Pemkab melalui Dinas Pertanian juga rutin menggelar Patra (Pelatihan Anak Tani Remaja) yang didampingi penyuluh pertanian terlatih. Pemkab juga membuka seluruh fasilitas pemerintahan seperti balai benih untuk jadi tempat studi bagi anak–anak yang tertarik terjun menjadi petani.

"Saya selalu sampaikan dalam acara yang dihadiri banyak anak muda bahwa pertanian itu sebuah masa depan, kalau kita mau menggeluti secara profesional. Untuk itu, kami butuh generasi muda yang memilih ini secara sadar dan tanpa paksaan," kata Amin.

Amin Said mengakui citra petani dan sektor pertanian saat ini memang kurang moncer. Pertanian identik pada ketidaksejateraan, kemiskinan dan keterpaksaan. Amin mengatakan sangat jarang ada anak muda yang secara sadar memilih sektor pertanian sebagai passion. 

Amin Said Husni punya alasan khusus mengapa ia kini membidik generasi milenial. Menurut Bupati Bondowoso, masa depan pertanian Indonesia merupakan jawaban untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Jika banyak generasi muda yang secara sadar terjun ke dunia pertanian, mereka tidak akan pernah kekurangan lapangan pekerjaan.

Amin mengatakan saat ini usia petani rata-rata di kisaran 40 tahun ke atas. Padahal dunia tengah berkembang maju dengan berbagai terobosan dan rekayasa teknologi di dunia pertanian. Amin yakin, generasi milenial bisa menjadi ujung tombak untuk menjawab tantangan tersebut.

Pada Sensus Pertanian 2013 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data jumlah petani di Indonesia yang dikelompokkan dalam usia. Dari total 26.135.469 petani yang saat itu terdata, kelompok usia 45-54 tahun memiliki jumlah terbanyak yakni 7.325.544 orang.

Sementara jumlah petani muda di kelompok usia 25-35 tahun tercatat sebanyak 3.129.644 orang. Angka ini semakin turun seiring jumlah usia semakin muda. 

Pada kelompok usia 15-24 tahun, jumlah petani hanya 229.943 orang. Paling sedikit pada kelompok di bawah usia 15 tahun, yakni 3.297 orang. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.