Ada Larangan Perayaan Tahun Baru, Pemkot Lhokseumawe Tutup Semua Tempat Hiburan

Seluruh titik hiburan di wilayah itu harus tutup total pada 31 Desember 2017 pukul 23.00 WIB. Penutupan itu dilakukan untuk menghindari perbuatan maksiat di malam pergantian tahun tersebut.

Jumat, 22 Des 2017 09:57 WIB

Ilustrasi pedagang penjual terompet tahun baru. (Foto: ANTARA/Ardiansyah)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh bakal menutup seluruh aktivitas tempat hiburan dan objek wisata di Kota Lhokseumawe selama perayaan tahun baru 2018.

Penutupan itu akan dilakukan karena pemerintah Aceh telah mengeluarkan seruan larangan perayaan malam tahun baru. Di Lhokseumawe, larangan itu dikeluarkan melalui seruan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) setempat.

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-WH) Lhokseumawe, Muhammad Irsyadi mengatakan seluruh titik hiburan di wilayah itu tutup total pada 31 Desember 2017 pukul 23.00 WIB. Penutupan itu dilakukan untuk menghindari perbuatan maksiat di malam pergantian tahun tersebut.

"Terutama itu Waduk Pusong. Kemudian di tepi-tepian Pantai Ujong Blang dan Pulau Seumadu. Itu ditutup total. Termasuk juga kafe pada pukul 23.00 WIB wajib tutup. Ini dalam rangka menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terhadap ketertiban umum di masyarakat serta pengawasan terhadap pelaksanaan syariat Islam," kata Irsyadi kepada KBR, Jumat (22/12/2017).

Baca juga:

Larangan perayaan di malam pergantian tahun baru sudah dikeluarkan sejumlah pemerintah daerah di Aceh sejak beberapa tahun lalu. Larangan tidak hanya untuk kegiatan yang bersifat hura-hura seperti petasan, terompet, balap motor dan lain-lain, namun juga larangan terhadap kegiatan yang dikemas dengan nuansa agama seperti zikir, tausiyah dan lain-lain.


Kepala Dinas Satpol-PP dan Wilayatul Hisbah Kota  Lhokseumawe, M Irsyadi. (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

Muhammad Irsyadi meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan hura-hura pada malam pergantian tahun karena bertentangan dengan penerapan syariat Islam di Aceh. Irsyadi mengatakan pelanggaran terhadap aturan itu akan ditindak tegas. Menurut Irsyadi, seluruh titik hiburan yang tutup itu akan mendapat penjagaan aparat keamanan Wilayatul Hisbah bersama TNI dan Polri.

"Kafe-kafe juga harus tutup begitu pukul 23.00 WIB tiba. Ini sudah menjadi keputusan bersama. Kalau ada yang membandel di kalangan pemilik kafe maupun warga, akan diambil tindakan hukum," kata Irsyadi.

Pemerintah Kota Lhokseumawe juga melarang berbagai aktifitas pedagang musiman yang menjual petasan dan terompet. Hal ini dikarenakan budaya menggunakan bahan peledak dan terompet itu merupakan pengaruh dari asing yang bertentangan dengan perilaku masyarakat Aceh yang Islami. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.