Tol Kertosono-Mojokerto Seksi Tiga Mulai Beroperasi

Selama masa uji coba tersebut, pengendara tidak akan dipungut biaya hingga penetapan tarif tol oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Kamis, 01 Des 2016 14:02 WIB

Ruas tol Kertosono-Mojokerto seksi 3 di desa Pagerluyung, Gedek, Mojokerto, mulai dioperasikan. (Foto: Muji Lestari/KBR)


KBR, Jombang- Ruas tol Mojokerto–Kertosono seksi tiga akhirnya mulai dioperasikan. Uji coba dilakukan mulai hari ini, 1 Desember. Jadwal tersebut molor selama tiga tahun dari target awal penyelesaian sejak 2013 lalu akibat sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti persoalan pembebasan lahan. Ruas tol seksi tiga itu sendiri terbentang sepanjang 5 kilometer, mulai dari Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedek hingga Kecamatan Jetis, Mojokerto .

Pimpinan proyek tol, PT Margaharjaya Infrastruktur, Samsul Chair, mengatakan, selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi, ruas jalan tol tersebut juga diharapkan mampu mengurai sejumlah titik macet di jalur utama penghubung Jawa timur dan Jawa tengah, tepatnya di bypass Mojokerto.

"Ini ada proses seperti kita pada saat layak fungsi kemarin dipergunakan di lebaran, ada tim yang mengevaluasi, menilai apakah tol ini layak fungsi dipergunakan pada saat lebaran. Nah saatnya sekarang setelah konstruksi, namanya layak operasi. Nah kita setelah Oktober selesai, kita mengajukan ke pemerintah untuk bisa dilayakoperasikan. Nah proses itulah yang saat ini sedang kita jalankan," kata Samsul Chair, kamis (01/12/16).

Menurut Samsul Chair, selama masa uji coba tersebut, pengendara tidak akan dipungut biaya hingga penetapan tarif tol oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara, untuk tol Mojokerto-Kertosono seksi dua dan seksi empat yang hingga saat ini belum rampung, ditargetkan selesai pada April 2017 mendatang.  Sedangkan seksi satu sepanjang 14,5 kilometer, yang terbentang sepanjang Kecamatan Bandar kedungmulyo hingga Kecamatan Tembelang, Jombang, sudah dioperasikan sejak tahun 2014 lalu.

Proyek pembangunan jalan tol trans Jawa sepanjang 40,7 Kilometer dari Kertosono, Nganjuk hingga Mojokerto itu sendiri memakan anggaran sebesar Rp 4 triliun. Seluruh ruas tol tersebut bakal menghubungkan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo ) dan Solo-Kertosono (Soker).

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.