Seorang buruh beristirahat setelah mengangkat sisa beras yang tidak terendam banjir di gudang Bulog Kota Bima NTB, Senin (26/12/2016). Dari 2200 ton beras hanya 500 ton yang bisa diselamatkan. (Foto:


KBR, Mataram - Bencana banjir yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada pekan lalu turut memusnahkan sebagian besar persediaan beras yang tersimpan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Bima.

Dari toal 2.200 ton beras yang tersimpan di gudang itu, sekitar 70 persen tenggelam dan tidak bisa diselamatkan. Hanya sekitar 30 persen atau sekitar 500 ton beras saja yang masih bisa digunakan.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat meninjau gudang Bulog di Kota Bima bersama Gubernur NTB Zainul Majdi, pada Senin (26/12/2016). Khofifah mengatakan saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) tingkat kota Bima sudah terpakai 100 ton untuk menangani korban banjir.

Jika cadangan beras pemerintah tingkat kota habis, maka bantuan akan menggunakan CPB tingkat provinsi sebesar 200 ton menggunakan SK Gubernur. Baru setelah CPB provinsi habis, akan menggunakan cadangan beras dari Kementerian Sosial.

"Memang beras yang ada di sini 70 persen sudah tidak bisa digunakan lagi.Tinggal 50 persen itu sekitar 500 ton. Beberapa sudah dikirim ke Dompu supaya aman kondisi berasnya. Saya dapat info bahwa cadangan beras pemerintah dari kota sudah sampai berarti 100 ton sudah terpakai. Kalau itu sudah selesai terpakai maka mohon SK gubernur untuk bisa menambahkan  cadangan beras pemerintah untuk gubernur 200 ton," kata Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga:


Khofifah mengatakan cadangan beras di Bulog Provinsi NTB masih aman hingga delapan bulan ke depan. Sehingga, kebutuhan beras untuk di Bima masih bisa teratasi.

Kementerian Sosial juga mengirim tim trauma healing ke Kota Bima. Tim tersebut, akan berupaya memulihkan trauma dan memberikan motivasi kepada warga korban banjir Bima.

Kementerian Pekerjaan Umum juga akan mendatangkan alat berat berupa ekskavator untuk membantu membersihkan kawasan pasca banjir.

Banjir bandang menerjang wilayah Bima selama tiga hari yaitu dari tanggal 21 hingga 23 Desember kemarin. Banjir merendam sebagain besar wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. Banjir ini disebut-sebut sebagai banjir yang terbesar selama 50 tahun terahir.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!