Ilustrasi longsor di Kabupaten Banyumas 2016. (Foto: static.banyumaskab.go.id)


KBR, Banyumas – Ratusan warga di Desa Glempang Kecamatan Pakuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terancam banjir bandang setelah sungai besar yaitu Sungai Arus di wilayah itu tersumbat material longsor tebing di bagian hulu.

Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Heriana Adhy Chandra mengatakan tim tanggap bencana saat ini sedang membersihkan bagian sungai yang tertutup material longsor. Saat tertutup longsor, aliran sungai kecil dan keruh. Padahal aliran Sungai Arus selama ini digunakan untuk keperluan sehari-hari warga sekitar.

Heriana mengatakan saat ini, air sungai sudah bisa mengalir meski belum maksimal. Namun, ia mengkhawatirkan aliran Sungai Arus kembali tersumbat karena tebing yang mengapit sungai itu masih terus terjadi longsor. Jika kembali tersumbat dan ada hujan lebat, sumbatan bisa jebol dan air sungai mengancam dua dusun terdekat.

"Itu tebing, kanan kiri itu longsoran semuanya. Jadi kalau terkena hujan nanti bisa longsor kembali. Mengingat tebingnya sangat tinggi, kurang lebih mencapai 150 meter. Panjang longsoran mencapai 300 meter, di kanan kiri sungai tersebut. kalau itu sampai terbendung dengan volume yang besar, katakanlah menutup aliran sungai tersebut, otomatis akan berdampak pada Dusun Kali Manggis dan Sawen," kata Heriana Ady Chandra, di Banyumas, Kamis (29/12/2016).

Baca juga:


Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Heriana Ady mengatakan yang diperlukan saat ini adalah penanganan secara menyeluruh dengan melibatkan alat berat untuk membuang seluruh material yang menyumbat sungai. Namun, Heriana mengakui itu bakal terkendala kondisi titik longsoran yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Perlu waktu setidaknya 4 jam untuk sampai ke lokasi yang terletak di petak 47 Wilayah Perhutani.

Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas sudah menginformasikan ke warga di dua dusun tersebut, yaitu Dusun Sawen dan Kali Manggis. Warga diminta tidak beraktivitas di sungai jika terjadi hujan lebat. Begitu pula, jika Sungai Arus berhenti mengalir, dia meminta warga untuk segera melapor ke pemerintah desa untuk dilakukan penanganan tanggap darurat.

Baca: 3 Keluarga di Banyumas Direlokasi Karena Tanah Retak   

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!