Pelepasan tukik (anak penyu). Foto: Yulius Martony/KBR

KBR, Bali- Sebanyak 161 penyu yang akan diselundupkan ke Bali diselamatkan aparat, sepanjang 2016. Aktivis WWF, Dwi Suprati mengatakan, tingginya penyelundupan ke Bali dikarenakan besarnya permintaan penyu di Pulau Dewata ini.

"Pemantauan atau pengamatan kita perburuan dan perdagangan penyu di Bali setidaknya tahun 2016 ini terdapat 161 ekor penyu yang berhasil digagalkan aparat penegak hukum baik itu di Bali, NTB, Kendari yang rencananya akan diselundupkan ke Bali,"  ujarnya.

Dwi Suprati menambahkan 161 penyu tersebut terdiri dari delapan kasus penyelundupan dari bulan April sampai Desember 2016 ini. Di antaranya ada penangkapan 45 ekor penyu oleh Ditpolair pada April dan penyelundupan 70 ekor penyu hijau dari Kendari,serta penangkapan lima ekor penyu di Serangan.

Menurutnya, kasus penyelundupan tahun 2016 merupakan yang tertinggi sejak 2000. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya upaya aparat dalam menindak penyelundupan penyu ke Bali. Selain itu, perdagangan penyu di Bali apabila masih terjadi merupakan murni tindakan kriminal.

Sebab, Parisada Hindu Darma Bali (PHDI) sudah mengatur untuk keperluan adat penyu bisa diambil di pusat penangkaran penyu di Pulau Serangan. Setiap tahun tidak lebih dari 50 ekor penyu yang bisa diambil gratis dari pusat penangkaran guna keperluan upacara adat. 

Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!