Pemisahan Berhasil, Salah Satu Bayi Kembar Siam Masih Harus Dirawat Intensif

Menurut Ketua Tim Dokter RSHS Bandung, Dadang Sjarief Hidajat, perawatan di ruang intensif bayi (NICU) itu lantaran Devina membutuhkan penanganan lanjutan.

Jumat, 30 Des 2016 23:28 WIB

Ilustrasi: Seorang perawat memeriksa bayi kembar siam yang menjalani perawatan intensif di ruang NICU. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung - Salah satu bayi pasien operasi kembar siap di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Devina masih harus menjalani perawatan intensif pasca operasi pemisahan. Menurut Ketua Tim Dokter RSHS Bandung, Dadang Sjarief Hidajat, perawatan di ruang intensif bayi (NICU) itu lantaran Devina membutuhkan penanganan lanjutan.

"Kemarin masih terjadi gangren, itu semacam jaringan di ujung kakinya kemudian sudah dilakukan operasi oleh dokter orthopedi dengan transpidial yaitu diambil sebagian bagian yang matinya," ujar Dadang Sjarief Hidajat dalam keterangan resmi di Bandung, Jumat (30/12/2016).

Operasi pemisahan bayi kembar, Devina dan Devani ini dilakukan puluhan dokter spesialis. Prosesnya memakan waktu sekitar 18 jam non-stop.

Pengerahan banyak dokter spesialis ini lantaran kompleksitas yang dialami kedua bayi asal Sumedang, Jawa Barat tersebut. Pasien kembar yang masuk ke RSHS sejak usia 2,3 tahun itu mengalami pendempetan kedua tulang pinggul, tulang duduk juga sebagian kaki dan beberapa organ dalam seperti usus besar, tempat saluran pembuangan kotoran, tempat pembuangan saluran kencing serta kelamin.

Namun akhirnya operasi pemisahan pun berhasil dilakukan dengan membuat satu lubang anus buatan. Kendati memang, bagian tulang kaki dari salah satu pasien yakni Devina menurut Ketua tim dokter RSHS Bandung, Dadang Sjarief Hidajat masih bermasalah. Pada bekas operasi, masih ada rembesan yang berasal dari urine. Hal itu disebabkan karena ada masalah di kandung kemih pasien.

Baca:

"Karena kemarin juga pada saat operasi kaki sudah dilakukan perbaikan dari kandung kemihnya yang bocor tapi ternyata belum sempurna," jelas Dadang.

Dadang pun menambahkan, untuk memulihkan kondisi kesehatan Devina pemberian obat antibiotik juga terus dilakukan selagi menunggu rencana operasi lenjutan.

Sementara itu kondisi kembaran Devina, yakni Devani dinyatakan telah stabil dan dirawat di ruang perawatan biasa. Membaiknya kesehatan Devani terlihat dari asupan makanan, baik melalui alat bantu maupun yang langsung dikonsumsi.

"Tanda tanda klinisnya tidak ada yang menghawatirkan. Berat badan sekarang sudah 10 kilogram," jelas Dadang. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau