Petugas polisi tengah mengatur arus lalu lintas di jalur Pantura dari Jakarta menuju Citebon. Foto: Frans Mokalu/KBR

KBR, Cirebon - Kepolisian Jawa Barat menyebut arus lalu lintas di Cirebon-Indramayu pada awal libur Natal-Tahun Baru ramai lancar. Juru Bicara Polda Jabar, Yusri Yunus mengatakan, sejak pukul 06.00 wib sampai 09.00 wib di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dari arah Jakarta menuju Cirebon dan Jawa Tengah terlihat ramai lancar.

"Situasi arus lalu lintas pagi tadi, dari arah Jakarta menuju Cirebon mulai ramai namun terpantau lancar terkendali. Peningkatan jumlah kendaraan mulai terrlihat dari perbatasan antara Kabupaten Subang dengan Kabupaten Indramayu dimulai KM.122 sampai KM.140," katanya, Sabtu (24/12/2016).

Dari catatan Kepolisian, pengendara rata-rata memacu kecepatan kendaraannya hingga 80-100 km/jam. Sementara, jumlah kendaraan yang melintas di Tol Cipali sebanyak 8.010.

Sedangkan, arus lalu lintas dari Cirebon menuju Jakarta, terlihat normal --dimana arus kendaraan mulai terlihat dari perbatasan Kabupaten Majalengka dengan Kabupaten Indramayu.

"Saat ini arus lalu lintas kendaraan dari Cirebon ke Jakarta terpantau normal dengan kecepatan rata-rata 80-100 Km per jam," sambungnya.

Baca juga: Menhub Budi Karya Pastikan Libur Natal-Tahun Baru Lancar

Sementara, jalur Pantai Utara (Pantura) atau jalur non-tol dari arah Jakarta menuju Cirebon dan dari arah Cirebon menuju Jakarta terpantau lancar, mulai ada peningkatan, namun tidak ada kemacetan yang berarti.

"Jalur umum mulai perbatasan Kabupaten Subang sampai perbatasan Cirebon dan Cirebon Kota, dan sebaliknya sampai saat ini terpantau lancar tidak ada kendala kemacetan yang berarti," terangnya.

Jumlah kendaraan yang melintas di Pantura dari Jakarta menuju Cirebon sejak pukul 06.00 wib-09.00 wib sebanyak 20.990. "Sejak pagi jumlah kendaraan roda dua dari Jakarta ke Cirebon sebanyak 12.317 unit dan kendaraan roda empat lebih dari 8.673 unit."

Selain itu, arus lalu lintas dari Cirebon menuju Jakarta di jalur Pantura pun terlihat lengang.

"Data arus kendaraan arah Cirebon menuju Jakarta pukul 06.00 wib- 09.00 wib, kendaraan roda dua sebanyak 915 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 858 unit," katanya.

Baca juga: Menteri PU: Jembatan Cisomang Bergeser Karena Faktor Alam


Menhub Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar

Menteri Perhubungan, Budi Karya mengklaim lalu lintas untuk liburan Natal dan Tahun Baru lancar. Pasalnya, dia sudah memastikan kesiapan sejumlah pelabuhan, stasiun, dan bandara untuk menampung lonjakan penumpang pada momen libur tersebut.

"Dari beberapa tempat lain, Belawan relatif baik. Semua berjalan dengan bagus. Bahkan di Merak yang selama ini terjadi penurunan, terdapat kenaikan jumlah kenaikan kapal logistik dan penumpang 20 persen. Berarti ini perkembangan baik dari perjalanan-perjalanan yang dilakukan, baik dengan kapal, kereta api, atau pesawat udara," kata Budi di Stasiun Gambir, Jumat (23/12/16).

Budi mengatakan, selain beberapa lokasi yang dikunjungi secara langsung, dia juga mengecek situasi pelabuhan, bandara, dan stasiun melalui video conference.

Kata dia, lonjakan penumpang mulai terasa pada moda transportasi umum. Misalnya, arus penumpang di Stasiun Gambir yang sudah mencapai belasan ribu orang. Meski begitu, Budi menjamin semuanya berjalan dengan lancar. 

Budi berujar, untuk menekan kemacetan di jalan raya, dia sudah menyiapkan strategi, misalnya kemacetan yang biasa terjadi di exit Tol Brebes timur (Brexit). Kata dia, kementeriannya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk pengamanannya.

Selain itu, dia juga memberlakukan batasan jumlah kendaraan yang akan keluar dari Tol Cipali. Kata dia, pintu Tol menuju Brebes akan ditutup bila sudah menampung 5 ribu kendaraan. Kemudian, apabila kendaraan sudah melebihi 10 ribu, maka Tol Pejagan juga akan ditutup. Adapun arus lalu lintas akan dialihkan ke tol lain, seperti Tol Kanci.
 


Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!