Ilustrasi (foto: Antara)


KBR, Cilacap– Dua anak kecil asal Dusun Gunung Nangka RT 03/05 Desa Gentasari Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dilaporkan terseret ombak besar di Pantai Widarapayung Cilacap timur. Dua anak itu, yakni Bayu Nugraha (9) dan M Yusuf (8) dilaporkan terseret ombak pada Selasa petang,  pukul 17.15 WIB .
 
Koordinator Badan Search and Rescue (Basarnas) Pos SAR Cilacap, Mulwahyono mengatakan   langsung mengirimkan satu regu tim SAR ke lokasi kejadian perkara (LKP) di Pantai Wisata Widarapayung. Kejadian ini pertamakali diketahui oleh Petugas Loket Pantai Widarapayung, Ashadi dan langsung dilaporkan ke Basarnas.
 
Berdasar keterangan saksi  dua anak ini diketahui mandi di pinggir pantai. Akan tetapi, mereka tidak menyadari ketika ada gelombang tinggi yang menyergap dan langsung menghanyutkan dua bocah naas ini.
 
Mulwahyono mengungkap, pada pukul 20.40 WIB, satu korban atas nama Bayu Nugraha berhasil ditemukan. Tetapi, korban atas nama M Yusuf hingga Rabu siang ini masih dalam upaya pencarian.
 
Mulwahyono   mengerahkan tiga regu SAR yang menyisir dari darat dan laut. Selain itu, pencarian juga dibantu oleh potensi SAR yang ada, seperti dari Polsek Kroya, Koramil serta nelayan setempat.

“Semalam kan, satu korban berhasil ditemukan, pada pukul 20.40 WIB, atas nama Bayu Nugroho. Itu dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya dibawa ke Puskesmas Binangun, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga korban. Untuk satu korban lagi atas nama M Yusuf, alamatnya sama, hingga pagi ini masih dilakukan pencarian,” jelas Mulwahyono,” jelas Koordinator Basarnas Pos Cilacap, Mulwahyono, Rabu (21/12).
 
Sementara, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendi Krisnawan mengatakan  telah mengeluarkan peringatan dini terjadinya gelombang tinggi antara Selasa 20 Desember hingga Kamis 22 Desember 2017. Di perairan lepas pantai ketinggian gelombang mencapai 4-6 meter. Sedangkan di perairan pantai bisa mencapai 2,5-3 meter.
 
Kata Rendi, gelombang tinggi dipicu peningkatan kecepatan angin hingga 40 knot di perairan dan 20-25 knot di daratan. Kecepatan angin meningkat karena adanya pusat tekanan rendah di perairan antara Jawa Timur dengan Bali.

Editor: Rony Sitanggang
 

Untuk itu, BMKG mengimbau supaya nelayan dan pengguna transportasi laut lainnya mewaspadai gelombang tinggi tersebut. Sementara, di perairan pantai, wisatawan juga diminta untuk tak terlalu mendekat ke batas air karena gelombang tinggi bisa menyergap sewaktu-waktu. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!