Empat Sungai Besar di Rembang Rusak

Kerusakan terparah terjadi di Sungai Randugunting yang memanjang antara Kecamatan Sumber hingga Kecamatan Kaliori.

Kamis, 01 Des 2016 10:58 WIB

Salah satu titik di Sungai Kaliori. Foto: Musyafa/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang – Empat sungai besar di Kabupaten Rembang rusak karena minimnya upaya normalisasi. Keempat sungai tersebut adalah Sungai Bagan,Sungai Kragan, Sungai Kalipang dan Sungai Randugunting. Dari empat sungai itu, Sungai Randugunting merupakan yang terparah kerusakannya.

Perangkat Desa Tunggulsari, Kecamatan Kaliori, Anshori mengatakan, pihaknya pernah menggalang dana untuk mengeruk sungai. Namun, kata dia, dana tersebut tidak cukup untuk menormalisasi semua bagian sungai, karena hanya cukup untuk 200an meter. Ia mendesak pemerintah daerah bisa menormalisasi sungai sehingga tidak banjir saat hujan.

“Waduk yang ada di selatan desa juga perlu diperbaiki, supaya airnya tidak melimpas dan ditampung, agar airnya bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah. Khusus di sini untuk mengatasi banjir ya sungainya harus dikeruk, karena pendangkalan sudah lumayan parah. Kalau desa jelas tidak mampu, karena bentangan sungainya terlalu panjang," jelasnya kepada KBR, Kamis (01/12).

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Suharso menjelaskan normalisasi 4 sungai besar di wilayahnya terkendala keterbatasan anggaran.

Biaya normalisasi butuh dana puluhan miliar rupiah. Menurutnya, perlu ada skala prioritas. Salah satunya yang mendesak ditangani adalah sungai Randugunting di perbatasan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai (BBS) Pemali–Juana terkait masalah ini.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.