Banjir, Gubernur NTB Tetapkan Tanggap Darurat Bencana di Bima

“Insya Allah mulai hari ini prioritas pada jiwa, penanganan manusia seperti logistik, makanan siap saji.

Kamis, 22 Des 2016 21:33 WIB

Warga berada di dekat jembatan yang ambruk diterjang banjir di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasana'e Timur, Kota Bima, NTB, Rabu (21/12). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Mataram- Gubernur NTB  M.Zainul Majdi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir untuk Kabupaten dan Kota Bima selama tiga hari ke depan. Penetapan status tanggap darurat ini berlaku mulai Kamis (22/12).

Fokus penetapan status ini adalah pada penanganan terhadap warga yang terdampak bencana banjir, selanjutnya perbaikan wilayah tersebut.

Zainul Majdi saat memantau kondisi pasca banjir di Kota Bima, Kamis (22/12) mengatakan, pemulihan fasilitas kesehatan ini harus segera dilakukan karena banyak warga yang mengalami gangguan kesehatan dan trauma. Selanjutnya adalah memastikan seluruh wilayah kembali teraliri listrik dan sambungan seluler.

“Insya Allah mulai hari ini prioritas pada jiwa, penanganan manusia seperti logistik, makanan siap saji. Berikutnya sarana kesehatan kita, diprioritaskan untuk dipulihkan pasokan listriknya. Karena pasca bencana itu biasanya banyak warga yang mengalami gangguan kesehatan atau gangguan mental, baru setelah itu kita melakukan pembersihan dan normalisasi kawasan ya, mudahan lancar," kata Gubernur NTB saat memantau langsung kondisi banjir di Bima, Kamis (22/12).

Di hadapan warga korban banjir, gubernur menjelaskan bahwa pusat logistik terletak di kantor walikota dan akan segera didistribusikan kepada masyarakat. Selain itu, akan dibangun juga dapur umum di belakang kantor walikota. Ia juga mengajak seluruh warga untuk gotong royong bersama pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten serta kota Bima untuk memperbaiki kawasan.

“Insya Allah untuk penanganan kawasan, provinsi bersama kota Bima kita akan tata. Jadi kita akan ikut memperbaiki rumah-rumah yang parah, kita gotong royong ya bapak-bapak," ujarnya.

Meski intensitas air pasca banjir kemarin sudah mulai menyusut, namun aktifitas masyarakat masih lumpuh. Banjir itu mengakibatkan ribuan rumah penduduk tenggelam.

Sebanyak lima unit rumah di dua wilayah itu juga hanyut terbawa arus. Di samping itu, terdapat puluhan rumah warga mengalami rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada data pasti terkait jumlah warga yang terdampak maupun kerugian materil yang dialami.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.