Badan SAR NTB Siaga Evakuasi Korban Banjir Bima

Ketinggiannya mencapai 1 hingga 2 meter

Jumat, 23 Des 2016 19:50 WIB

Warga berada di dekat jembatan yang ambruk diterjang banjir di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasana'e Timur, Kota Bima, NTB, Rabu (21/12). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Badan SAR Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB masih bersiaga pasca melakukan evakuasi terhadap korban banjir bandang yang kembali menerjang kota Bima dan kabupaten Bima. Menurut Kepala Seksi Operasi Badan SAR Provinsi NTB Wahyu Efendi, pihaknya berhasil melakukan evakuasi di daerah banjir dengan ketinggian 1-2 meter. Kata dia, lokasi terparah berada di wilayah Dara dan Paruga yang keduanya merupakan bagian dari kecamatan Rasanae Barat. Dia menyebut, kondisi ketinggian air terus menurun dan surut di beberapa tempat.

"Sudah dievakuasi sampai sore hari ini sudah selesai semua dievakuasi. Ada sebagian penduduk yang tidak mau dievakuasi pertama memikirkan harta bendanya. Dengan catatan posisi aman. Untuk ketinggian 1-2 meter. Itu yang paling parah di wilayah Dara, Paruga," jelas Kepala Seksi Operasi Badan SAR Provinsi NTB Wahyu Efendi kepada KBR, Jumat (23/12/2016)

Wahyu Efendi menambahkan, akibat banjir sebagian warga mengungsi di beberapa tempat. Kata dia, kebutuhan logistik masih kurang di lokasi pengungsian, "Untuk korban tidak ada, semua berhasil dievakuasi. Untuk yang dibutuhkan masyarakat atau korban banjir itu makanan. Terutama untuk di pengungsian," jelasnya.

2 hari sebelumnya wilayah yang sama juga mengalami banjir bandang. Namun banjir yang terjadi hari ini, disebut lebih besar dari banjir kemarin. Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut banjir bandang di Bima ini terjadi lantaran adanya siklon tropis Yvette.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?