10 Bulan Uang Pelayanan Tak Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD Nunukan Demo

“Tuntutan kami cuma dua, yang pertama bayarkan jaspel kami hari ini. Yang kedua bahas tuntas masalah 80 – 20 persen,”

Rabu, 21 Des 2016 13:26 WIB

Ratusan karyawan RSUD Nunukan, Kaltara demo menuntut pembayaran uang jasa pelayanan, Rabu (21/12). (Foto: KBR/Adhima S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, NUNUKAN– Ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menggelar demo di depan pintu masuk RSUD. Mereka menuntut  manajemen RSUD transparan terkait  pembayaran jasa pelayanan (Jaspel) yang belum dibayarkan. Salah satu Dokter RSUD Nunukan Budi Azis yang berdemo mengatakan, lebih dari 700 pegawai RSUD Nunukan baik PNS maupun tenaga honor yang  menuntut jaspel  yang belum mereka terima selama 10 bulan terakhir.

Mereka juga mempertanyakan kebijakan pemotongan jaspel sebanyak 20 persen oleh menajemen tanpa  alasan yang jelas.

“Tuntutan kami cuma dua, yang pertama bayarkan jaspel kami hari ini. Yang kedua bahas tuntas masalah 80 – 20 persen,” ujar dokter Budi, Rabu (21/12/2016).

Ratusan pegawai RSUD Nunukan tersebut memberikan tenggang waktu managemen rumah sakit untuk membayarkan jaspel hingga Rabu malam. Mereka mengancam akan menggelar demo dengan jumlah massa lebih besar jika manajemen rumah sakit mengabaikan tuntutan mereka.

Meski menggelar demo, Koordinator aksi dr. Jamri mengaku tidak ada layanan terhadap pasien yang terkendala. Dia mengaku telah memberitahukan kepada pihak puskesmas untuk tidak merujuk pasien ke rumah sakit saat digelar demo.

“Layanan tidak sampai terganggu, kami sudah pikirkan semua. Kebetulan kalau ada yang tidak tahu atau apa mereka datang, karena sudah jauh-jauh dari Nunukan kita arahkan ke UGD. Di UGD dokter di sana ada lebih dari 15,” ujar dr. Jamri.

Pemerintah daerah melalui kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan akhirnya  mengajak pegawai RSUD yang berdemo melakukan dialog tertutup dengan pihak manajemen RSUD. Hingga Rabu siang, belum ada informasi terkait hasil pertemuan kedua belah pihak.

Ditemui terpisah  Kepala Layanan Operasional BPJS Kabupaten Nunukan Idham Khalid mengatakan, setiap bulan BPJS  telah menyerahkan klaim pihak RSUD   kepada manajemen secara rutin. Klaim rawat inap  pada bulan Oktober yang dibayarkan BPJS kepada RSUD sebesar 1,3 miliar, sementara klaim   rawat jalan RSUD Nunukan bulan Oktober sebesar 200 juta rupiah.

“Untuk penerimaan di rumah sakit setiap bulannya itu sekitar 1,3 m, tidak jauh bergeser itu untuk rawat inap. Sedangkan untuk  rawat jalannya antara  200 sampai 300 juta,“ ujarnya.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu