Sebelum Dikubur, Bangkai Paus di Aceh Besar Diotopsi

Empat ekor paus sperma mati terdampar di Pantai Ujung Kareung, Kecamatan Masjid, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 13 November 2017. Paus itu rata-rata berukuran panjang 10 meter dan berat 5 ton.

Rabu, 15 Nov 2017 09:59 WIB

Salah satu bangkai paus sperma di Pantai Ujung Kareung, Kecamatan Masjid, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (14112017). (Foto: BKSDA Aceh)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Aceh Besar – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama tim dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, melakukan otopsi terhadap empat bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang mati di Pantai Aceh Besar, Selasa (14/11/2017). 

Tim dokter mengambil beberapa sampel organ tubuh di mamalia laut itu untuk diuji di laboratorium.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, uji sampel tersebut sangat dibutuhkan untuk mengetahui penyebab kematian paus. Setelah diotopsi, BKSDA kemudian mengubur bangkai paus tersebut.

"Ini lagi diotopsi satu bangkai. Kami ambil beberapa sampel organ tubuhnya, dianalisis kemudian bangkainya dikubur. Kalau nggak dikubur, bangkainya nanti membusuk dan bau. Bisa menyebarkan penyakit ke masyarakat. Itu pun penguburan dilakukan setelah berkonsultasi dengan Pak Dirjen dan yang punya Kementerian Kelautan Perikanan. Berhubung secara spesiesnya tentu melibatkan BKSDA. Ini lagi digali lobangnya," kata Sapto Aji kepada KBR, Selasa (14/11/2017) sore.

Baca juga:

Sebanyak 10 ekor paus jenis sperma atau paus kotak terdampar di Pantai Ujung Kareung, Kecamatan Masjid, Kabupaten Aceh Besar, pada Senin, 13 November 2017. Paus itu rata-rata berukuran panjang 10 meter dan berat diperkirakan masing-masing lima ton.

Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama aparat dan masyarakat mencoba mengevakuasi paus yang terdampar di bibir pantai, dengan mendorong dan menarik ke tengah laut. Sebanyak tujuh kapal dikerahkan untuk proses evakuasi, bantuan dari armada laut TNI-AL, Basarnas, kapal pengawas perikanan, dan kapal nelayan.

Namun, empat ekor diantaranya gagal diselamatkan. Empat ekor paus yang dalam kondisi luka parah dan kondisinya melemah itu kemudian dinyatakan mati.

Dua ekor paus diantaranya mati tergeletak di bibir pantai, satu ekor mati di belakangBalai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati, dan satu ekor lagi mati terjebak di karang sekitar 20 meter dari bibir pantai. 

Sementara, enam ekor paus lainnya berhasil diselamatkan usai dievakuasi ke laut lepas Samudera Hindia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur