Ratusan Guru Honorer Grobogan Demo Tuntut Bupati Terbitkan SK

"SK Bupati harus ada karena dalam Permendikbud no 8 tahun 2017,"

Selasa, 21 Nov 2017 14:44 WIB

Guru honorer Grobogan, Jateng menuntut SK Bupati, Selasa (21/11). (Foto: KBR/Hermawan A.)

KBR, Grobogan- Ratusan Guru Honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (PGHRI) berunjukrasa di kantor Bupati.  Aksi yang dilakukan dari bundaran simpang lima, kantor DPRD Grobogan, dan berlanjut ke halaman pendopo kabupaten itu menuntut surat keterangan (SK).

Mudrikah, koordinator aksi mengatakan dalam aksi ini mereka menuntut SK Bupati bagi guru honorer nonkategori segera turun.

"SK Bupati  harus ada karena dalam Permendikbud no 8 tahun 2017, guru honorer dapat menerima gaji dari dana BOS jika ada SK Bupati, dan selama ini guru honorer mempunyai SK dari Kepala Sekolah," imbuhnya kepada KBR di halaman pendopo, Senin (20/11/2017).

Massa yang berorasi tersebut kemudian diterima oleh Bupati dan anggota dewan untuk mediasi. Salah seorang guru honorer, Idang Murdoko menjelaskan pemerintah sepakat akan mengeluarkan SK Bupati pada akhir Desember.

Di Kabupaten Grobogan terdapat sekitar 1.140 guru honorer dan sebagian besar belum mempunyai SK.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Praperadilan Setnov Gugur

  • Pemkab Nunukan Hutang Rp 40 Miliar
  • Kanada Izinkan Ekspor Senjata ke Ukraina
  • Sepupu Nani Dapat Kontrak United

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi