Polisi Buru Pimpinan DPRD Bali DPO Narkoba

Kapolda Bali Petrus Golose meminta bantuan para kepala desa untuk turut menangkap politisi yang menjadi buronan kasus narkoba tersebut.

Selasa, 07 Nov 2017 11:44 WIB

Kapolresta Denpasar Hadi Purnomo (kanan) memperlihatkan identitas buronan narkoba termasuk Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Suastika (foto kanan) di Polresta Denpasar, Senin (6/11/2017). (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana)

KBR, Bali - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Jero Gede Komang Swastika menjadi buronan polisi dalam kasus peredaran narkoba.

Politisi dari Partai Gerindra itu buron bersama saudaranya, Wayan Suwandana.

Kapolda Bali Petrus Golose meminta bantuan para kepala desa untuk turut menangkap politisi yang menjadi buronan kasus narkoba tersebut. 

"Saya mengimbau para kepala desa kalau DPO ada di wilayahnya, saya minta tolong, kalau datang baik-baik menyerahkan diri kita perlakukan dengan baik. Kalau dia membawa senjata melakukan perlawanan kita juga akan lakukan tindakan tegas," kata Petrus Golose, di Bali, Selasa (7/11/2017).

Polisi sebelumnya telah menetapkan Jero Gede Swastika sebagai tersangka kasus narkoba. Saat penggerebekan, di rumah Jero Gede juga ditemukan senjata api ilegal dan senjata tajam. 

Polda Bali kini membentuk tim khusus untuk memburu Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Pada Senin (6/11/2017) malam, tim khusus Polda Bali menangkap Dewi Ratna, istri Jero Gede Swastika. Dewi kini menjalani pemeriksaan di Polda Bali. 

Jero Gede dan istrinya terancam pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kapolda Bali Petrus Golose mengatakan sekitar 60 hingga 70 persen narkoba di Bali merupakan warga setempat, dan itu dikhawatirkan bisa merusak citra pariwisata di Bali.

Petrus menegaskan narkotika termasuk kejahatan transnasional sehingga perlu penangan khusus. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.