Pasokan Gas Mandeg, PT Pupuk Iskandar Muda Berhenti Produksi

Sudah 2 pekan suplai gas dari PT Perta Arun Gas (PAG) terhenti.

Kamis, 23 Nov 2017 22:25 WIB

Pengantongan pupuk urea bersubsidi di PT Pupuk Iskandar Muda. (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Lhokseumawe– Produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)   terhenti lantaran  terputusnya suplai gas dari PT Perta Arun Gas (PAG). Direksi Komersial PT PIM, Husni Achmad Zaki mengatakan,seluruh sistem operasional pabrik pupuk tersebut terpaksa harus dimatikan akibat dampak tidak adanya pasokan gas PAG.

Kata Dia, suplai gas itu terputus sejak 2 minggu lalu.

”Jadi, Kita sampai awal Januari 2018 tidak akan berproduksi, tentunya masih melelahkan dan panjang sekali shutdown. Kondisinya ini sudah lebih dari 2 minggu dan dampaknya yang paling berat dialimi PIM nantinya adalah Kita kesulitan memenuhi kewajiban pupuk bersubsidi karena itu komitmen Kita dengan Pemerintah. Itu yang paling berat,” kata Husni menjawab KBR usai acara Survey Kepuasan Lingkungan di Gedung Serbaguna setempat, Kamis (23/11).

Husni menambahkan, kebutuhan   pasokan gas diperlukan untuk   menjamin ketersedian urea bersubsidi bagi petani. PIM terus berkoordinasi dengan Perta Arun Gas terkait putusnya suplai bahan baku tersebut.

”Informasi awalnya dari PAG ada gangguan dalam penyalurannya melalui pipa gas, tapi Kita masih menunggu konfirmasinya yang detil. Mungkin bahan yang diperlukan PAG harus dipesan dulu dari luar, hingga memakan waktu sampai Januari 2018,” tuturnya.

Penyaluran gas dari PT Perta Arun Gas ke PIM baru mendekati setengah   dari kontrak yang telah disepakati bersama mencapai 51-55 MMBTU. 

Saat ini  lima provinsi di wilayah Sumatera Bagian Utara menjadi area penyaluran pupuk bersubsidi dari PIM.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.