Lalu Lintas KA Jalur Selatan Berangsur Normal

Hingga Jumat pagi sudah ada 11 rangkaian kereta dari arah barat maupun timur yang melintasi titik longsor. Kereta yang pertama kali melintas pascalongsor, adalah KA Malabar.

Jumat, 24 Nov 2017 13:56 WIB

Petugas dibantu warga membersihkan material longsor yang menimbun jalurkereta api di KM 233 Cipendey, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017). (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Purwokerto – Lalu lintas kereta api di wilayah KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto berangsur normal pascalongsor yang menimbun rel kereta antara petak Cipendeuy-Bumiwaluya KM 233+0/8, Garut, Jawa Barat.

Juru bicara KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan mulai Jumat 24 November 2017 dinihari sudah tidak ada pengalihan jalur kereta lintas selatan ke jalur utara melalui Kroya-Purwokerto-Brebes dan sebaliknya. Jalur utara juga sudah kembali seperti sediakala, dengan frekuensi kereta normal.

Ixfan menambahkan pada Jumat ini situasi stasiun wilayah Daop 5 yang meliputi Banjar Jawa Barat, Cilacap, Brebes, Tegal, Banyumas, Kebumen dan Purwrejo Jawa Tengah masih lengang. Menurut Ixfan, hal itu disebabkan sebagian besar penumpang membatalkan perjalanan atau menjadwal ulang perjalanannya akibat hambatan longsor di Garut.

"Jam 02.30 WIB jalur sudah dibuka. Perjalanan di titik longsor dibatasi kecepatannya 5 kilometer per jam. Penumpang mungkin ada sebagian yang membatalkan perjalanannya, atau menjadwal ulang perjalannnya. Sudah tahu kondisinya seperti itu dan tidak mau terjebak keterlambatan," kata Ixfan, di Purwokerto, Jumat (24/11/2017). 

Namun, kata Ixfan, di Jalur Selatan masih terjadi keterlambatan meski tak separah tadi malam. Kecepatan kereta dibatasi lima kilometer per jam saat melintasi titik longsor.

Baca juga:


Selain itu, pada Jumat dinihari juga sempat terjadi penumpukan tujuh kereta di beberapa stasiun. Mulai dari Bandung, Garut, Tasikmalaya hingga Cilacap. Sebab itu, perjalanan kereta sempat terhambat selama tiga jam lebih.

"Jalur utara sudah normal, sudah kembali seperti sediakala. Karena tidak ada penambahan atau pindahan kereta dari jalur selatan. Tetapi, efek domino dari kembalinya rangkaian kereta di jalur selatan itu mungkin akan terjadi keterlamatan, walaupun tidak terlalu signifikan," tambah Ixfan.

Kereta yang pertama kali melintas pascalongsor, pada Jumat dinihari tadi adalah KA Malabar jurusan Bandung-Malang. Secara total, hingga Jumat pagi ada tujuh kereta dari arah barat dan empat dari timur yang sudah melintasi titik longsor Garut.

Namun, kereta belum boleh dipacu dengan kecepatan optimal. Sebab, jalur yang sebelumnya tertimbun longsor itu masih dalam tahap pembersihan. Pengerjaan akan dilakukan sampai jalur ini benar-benar kembali seperti sediakala. Namun, Ixfan tak bisa memastikan kapan jalur akan kembali normal.

Ixfan menambahkan, tiga unit eskavator tambahan dikerahkan untuk mempercepat evakuasi material longsor yang merintangi jalur kereta api. 

PT KAI juga mengerahkan petugas dan pekerja lain untuk mempercepat pembersihan jalur. Ratusan warga setempat dikabarkan juga turut membantu pembersihan material yang menimbun jalur. 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.