Kabur Sepekan, Polda Bali Akhirnya Tangkap Pimpinan DPRD Buron Narkoba

Kapolda Bali Petrus Golose mengatakan saat ini Jro Jangol sudah dibawa ke Polda Bali, dengan kaki dan tangan diborgol karena dikhawatirkan kembali melarikan diri.

Selasa, 14 Nov 2017 11:07 WIB

Ilustrasi. (Foto: bnn.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bali - Setelah sepekan kabur dan menjadi buronan, Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol tak mampu menghindar dari kejaran Polda Bali.

Polda Bali akhirnya berhasil menangkap Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali itu di daerah Payangan, Gianyar, Bali, pada Senin (13/11/2017) malam. Anggota DPRD dari Partai Gerindra itu diburu karena menjadi pengedar narkoba.

Kapolda Bali Petrus Golose mengatakan saat ini Jro Jonggol sudah dibawa ke Polda Bali, dengan kaki dan tangan diborgol karena dikhawatirkan kembali melarikan diri.

"Kita punya waktu enam hari untuk pemeriksaan. Untuk pengembangan, dari mana yang bersangkutan mendapatkan barang bukti, dari jaringan mana. Kemudian kami punya kesempatan pengembangan penangkapan kakaknya, berikutnya kenapa rumah dia dijadikan tempat narkoba. Modus operandi dan pengembangan jaringan itu perlu digali," kata Petrus Golose di Bali, Selasa (14/11/2017).


Kapolda Bali Petrus Golose. (Foto: KBR/Yulius Martony) 

Usai penangkapan Jro Jonggol, Polda Bali menyiagakan Brimob dan memperketat pengamanan di pintu masuk Markas Polda Bali.

Polisi sebelumnya telah menetapkan Jero Gede Swastika sebagai tersangka kasus narkoba. Saat penggerebekan, di rumah Jero Gede juga ditemukan senjata api ilegal dan senjata tajam. 

Polda Bali kini membentuk tim khusus untuk memburu Wakil Ketua DPRD Bali yang kabur bersama saudaranya, Wayan Suwandana.

Pada Senin (6/11/2017) malam, tim khusus Polda Bali telah menangkap Dewi Ratna, salah satu istri Jero Gede Swastika. Dewi kini menjalani pemeriksaan di Polda Bali. 

Petrus Golose mengatakan saat ini keterlibatan orang lokal dalam peredaran narkoba di Bali sudah mengkhawatirkan. Bahkan melibatkan kalangan atas dari berbagai profesi. Menurut Petrus, sekitar 60 hingga 70 pelaku peredaran narkoba merupakan warga lokal Bali, baik dari bandar hingga pengedar.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.