Insentif Guru dan Pegawai Honorer di Banyuwangi Naik Tiga Kali Lipat

Penaikan insentif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan peningkatan SDM di Banyuwangi. Apalagi setelah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melampaui target.

Jumat, 24 Nov 2017 16:03 WIB

Ilustrasi. Poser dalam aksi pegawai honorer Kategori 2 di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (13/11/2017). (Foto: ANTARA/Mohammad Hamzah)

KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menaikkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang terdaftar sebagai tenaga honorer kategori 2 (K2).

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiono mengatakan dana insentif untuk guru honorer K2 naik hingga tiga kali lipat. Dana insentif sebelumnya Rp300 ribu dinaikkan menjadi Rp1 juta per bulan.

Sulihtiono menjelaskan kebijakan ini upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Banyuwangi. Keputusan menaikkan insentif ini ditempuh seiring naiknya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi. 

Target PAD di Banyuwangi yang dipatok sebesar Rp388,1 miliar dalam realisasinya ternyata mencapai Rp527 miliar.

"Kita bisa melihat tingkat kebutuhan masyarakat sekarang terus naik. Sekarang kalau uang Rp300 ribu untuk kebutuhan satu bulan, bisa dibandingkan dulu bisa untuk beli apa? Pulsa saja kadang-kadang satu bulan kita tidak cukup Rp100 ribu atau Rp200 ribu. Belum yang lain. Sebenarnya kami memandang insentif Rp1 juta itu dari tingkat kebutuhan normal juga masih belum mencukupi. Tapi kami mengabdi kemampuan anggaran," kata Sulihtiono di Banyuwangi, Jumat (24/11/2017).

Selain untuk pegawai tidak tetap kategori K2, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menaikan insentif bagi guru tidak tetap (GTT) yang tidak masuk kategori K2. Untuk GTT non K2, akan mendapatkan Rp750 ribu per bulan dari sebelumnya Rp100 ribu per bulan.

Insentif ini akan diterimakan ke guru setiap tiga bulan sekali. Untuk tahun ini, penerimaan insentif akan dilakukan Desember mendatang.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

BPS : Upah Buruh Tani Naik Tipis Pada Bulan Desember

  • ICEL Desak Jokowi Undang-Undang Aturan Pengendalian Lingkungan
  • Antisipasi Lonjakan Penumpang, PT KAI Daop 5 Siapkan Dua Kereta Api Tambahan

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi