Hingga November 11 ekor Gajah Mati di Aceh

BKSDA mencatat perburuan gajah meningkat di bumi serambi Mekkah

Sabtu, 18 Nov 2017 11:00 WIB

Induk dan anak gajah mati setelah tersengat listrik di Dusun Seumeudang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/10/2017). (Foto: Ist)

KBR, Aceh– Sepanjang bulan Januari hingga November   2017 sebanyak 11 gajah    ditemukan mati  di Provinsi Aceh. Gajah  ditemukan tewas  tersebar di  kabupaten, meliputi Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Timur, Aceh Besar, Pidie dan Gayo Lues.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, perburuan gajah liar di wilayah itu mengalami peningkatan. Bahkan, sekarang pelaku satwa liar itu memiliki modus baru dengan cara disetrum arus listrik setelah beberapa kasus sebelumnya hanya dengan cara dijerat, diburu dan ditembak.

”Jadi semuanya yang mati 11 ekor, yang mana 10 terdiri dari gajah liar dan 1 ekor gajah jinak, seperti diracun, ditembak dan disetrum. Untuk disetrum ini merupakan modus baru, yaitu pertamanya disetrum gajah sampai kemudian memperdagangkan gadingnya,” kata Sapto Aji menjawab KBR, Jumat (17/11).

Menurut Sapto, kasus perburuan itu sangat sulit untuk ditindak bila tanpa laporan  masyarakat. Pasalnya kejahatan lingkungan itu terjadi   di kawasan hutan.

BKSDA mencatat 8 ekor gajah mati akibat diracun, ditembak dan disetrum atau tersengat listrik. Sisanya, mati dikarenakan terpisah dari induknya ketika dalam perawatan, terjatuh dalam jurang dan terkena Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Tragedi 65 sudah berusia lebih dari 50 tahun. Ingatan dan kesan akan peristiwa itu pun beragam .