Banjir, Putuskan Jalan Provinsi di Aceh Singkil

Banjir juga mengakibatkan seratusan warga mengungsi

Kamis, 09 Nov 2017 14:49 WIB

Bencana alam banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Rabu (09/10). (Foto: BPBD)

KBR, Aceh Singkil– Jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Aceh Singkil dengan Kota Subussalam terputus akibat banjir. Jalan negara itu terendam banjir dengan rata-rata mencapai 1,30 Meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Sulaiman mengatakan, sepanjang 8 Kilometer jalan raya   tak dapat dilalui setelah terendam banjir.  Akibatnya armada angkutan umum dan kendaraan bermotor terjebak dalam antrian yang  berada di Desa Bulu Sema, Kecamatan Suro.

”Jalan di Bulu Sema ini belum bisa dilewati, mereka (kendaraan-red) belum dapat dilalui dikarenakan takut nanti gelombang atau ombak air banjir terkena rumah-rumah penduduk sekitar. Ini bisa menyeret rumah-rumah warga, apalagi ini belum stabil dimana hujan belum turun tetapi di atas awannya sudah kelam dan gelap,” kata Sulaiman kepada KBR, Kamis (9/11).

Bencana alam banjir bandang setinggi 4 Meter menerjang 7 Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Rabu (8/11). Tercatat 378   Keluarga atau sekitar 700 jiwa penduduk yang tersebar di 13 Desa  mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Sulaiman mengatakan, dua unit Posko darurat bencana alam dibuka di Kantor Kecamatan setempat. Kata Dia, seluruh kebutuhan logistik  didistribusikan langsung oleh Dinas Sosial melalui BPBD.

Tim BPBD sudah mengerahkan perahu karet untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang   masih terisolasi banjir. Belum ada laporan korban jiwa dan kerugian materil akibat peristiwa bencana alam tersebut.

Pusat Data dan Informasi BDPD setempat, mencatat berdasarkan data sementara ada 7 Kecamatan yang terkena banjir, meliputi Suro, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Kota Baharu, Singkohor, Singkil, dan Kecamatan Singkil utara.

Sementara 13 Desa yang banjir di Aceh Singkil, yaitu Bulu Sema, Silatong, Ujung Limus, Cibubukan, Serasah, Tugan, Selok Aceh, Tanah Merah, Sianjo-anjo Mariah, Tanjung Mas, Lae Riman, Lipat Kajang, dan Kain Golong.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi