Ilustrasi (Foto: kendari.basarnas.go.id)



KBR, Mataram- Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengaku telah menurunkan tim untuk mengecek kondisi TKI asal NTB yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Batam, Rabu (2/11) kemarin. Berdasarkan data sementara yang telah diterima, jumlah warga NTB di kapal pengangkut TKI yang bekerja di Malaysia itu sebanyak 23 orang dari total penumpang sekitar 101 orang. Namun demikian, masih ada sekitar 40 an orang yang masih menghilang dan belum ditemukan.

Ia melanjutkan, tim juga akan mengecek apakah TKI korban kapal karam ini berangkat secara legal atau illegal. Pasalnya, jika berangkat secara legal, TKI tersebut tidak akan pulang melalui Batam. Jika korban sudah teridentifikasi, maka mereka akan segera dipulangkan ke kampung halamannya, baik yang meninggal maupun yang selamat.

"Soal kapal tenggelam di Batam, semalam saya sudah tugaskan tim untuk mengecek detail warga kita yang diberitakan ada musibah.  Kan warga NTB itu bergantung dari manifesnya, yang sudah kita dapatkan dari berita sementara kan 23 orang yang bagian penumpang yang ada. Nah sampai sekarang  katanya ada 40-an yang belum ketemu. Kita mau cek keseluruhan berapa yang selamat dari NTB? Yang meninggal berapa? Mudah-mudahan tidak ada atau tidak banyak dari NTB," kata gubernur di kantornya, Rabu (3/11/2016)

Data sementara memastikan 10 TKI asal NTB tewas dalam insiden itu. Kesepuluh orang tersebut, lima diantaranya merupakan warga kabupaten Lombok Timur dan lima lainnya merupakan warga kabupaten Lombok Tengah. Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Zaenal mengatakan, pemulangan korban kapal tenggelam ini akan dilakukan setelah identifikasi selesai dilakukan.

Pemulangan jenazah dinilainya tidak akan terlalu sulit karena berada di dalam negeri. Sejauh ini, baru satu mobil ambulance yang tersedia untuk mengangkut jenazah sehingga masih harus disediakan oleh pemerintah kabupaten setempat.
 
"Tadi sudah dihubungi oleh kepala BP3TKI yang di sini maupun yang di Batam, kami diminta untuk mengkoordinasikan kerena ambulance di BPK3TKI hanya satu karena jenazah ada sepuluh. Tentunya kami mengkoordinasikan dengan teman Dinas Lombok Tengah dan Lombok Timur," tuturnya, Kamis (3/11/2016).

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!