Bekas lemparan benda diduga bom molotov di Vihara Budi Dharma, Singkawang. (Foto: KBR/Edho Sinaga)



KBR, Pontianak- Sebuah Vihara Budi Dharma di Jalan Gusti Situt Mahmud Kota Singkawang, Kalimantan Barat dilempar bom. Benda  diduga sejenis molotov  dilempar Senin (14/11) sekira pukul 02.50 WIB dini hari. Kapolres Kota Singkawang Sandi Alfadien Mustofa mengatakan, penyelidikan rinci masih dilakukan.

Kendati dari ciri-cirinya menyerupai bom molotov, namun Sandi tak mau segera menyimpulkan. Ia mengatakan, botol yang digunakan berukuran kecil seperti botol kecap, yang dilempar di samping pagar Vihara Budi Dharma.

Saat dirinci per kejadian, kepada KBR, Sandi mengatakan, informasi yang beredar di masyarakat melalui media sosial tidak bisa langsung ditelan mentah-mentah. Menurut dia tidak ada ledakan yang terjadi dan botol yang menyerupai botol kecap itu juga tidak menimbulkan korban.

Kata dia,  warga yang akan beribadah  sudah bisa melaksanakan kegiatan ibadahnya di Vihara itu. 


“Kita mendapat informasi bahwa jam 3 dini hari. Bahwa ada penyampaian oleh penjaga salah satu Vihara di Singkawang bahwa ada pecahan botol dan ada jelaga hitam, dan ini botol kecap, apakah ini berkaitan (dengan pilkada atau kasus Samarinda) ini masih pengembangan lebih lanjutlah. Alhamdulilah Singkawang sudah kondusif. Dan tadi pagi juga warga ibadah secara biasa, dan menyerahkan sepenuhnya ke Kepolisian,” kata Sandi di Pontianak, Senin (14/11) Pukul 17.30 WIB. 

Sandi melanjutkan, "dan dengan ini kita mengharapkan masyarakat tetap tenang, agar bisa melalui pilkada dengan aman juga. Pengamanan juga kita lakukan di setiap tempat ibadah, bahkan kita lakukan penyuluhan bagi penjaga rumah ibadah untuk meningkatkan kewaspadaan."

Kata Sandi, peristiwa tersebut diperkirakan tidak berkaitan dengan pelemparan bom molotov di depan gereja di Samarinda. Kata dia, sejumlah saksi memang mengatakan setelah botol dilemparkan, terlihat ada percikan api meski tidak sampai menimbulkan ledakan. Ini  diperkuat dengan barang bukti yang diambil polisi berupa pecahan botol seperti botol kecap dari lokasi kejadian.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!