Tanggul Cikawung Jebol, Banjir di Cilacap Meluas

Banjir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meluas pasca jebolnya tanggul dan luapan air di Sungai Cikawung, Sabtu (26/11/2016) dini hari.

Sabtu, 26 Nov 2016 15:40 WIB

Banjir di Kecamatan Sidareja, Cilacap. (Foto: KBR/ Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Cilacap – Banjir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meluas pasca jebolnya tanggul dan luapan air di Sungai Cikawung, Sabtu (26/11/2016) dini hari. Sebanyak empat desa di Kecamatan Majenang ikut terendam setelah pada Kamis (24/11/2016) lalu banjir juga menerpa dua desa di Kecamatan Sidareja yakni Desa Sidareja dan Gunungreja. Sementara empat desa di Kecamatan Majenang itu antara lain Desa Padangsari, Mulyasari, Pahonjen dan Mulyadadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono mengatakan, masih mendata jumlah rumah yang terendam di empat desa tersebut.

"Ini untuk wilayah Kecamatan Majenang, akibat jebolan Sungai Cikawung ada Desa Padangsari, Mulyasari, Pahonjean, dan Desa Mulyadadi. Ada empat rumah. Kalau kisaran rumah ada ratusan. Upaya yang dilakukan oleh kita, BPBD, kita cek lokasi," kata Edi di Cilacap, Sabtu (26/11/2016).

Dia pun menjelaskan, mulai hari ini petugas BPBD dan warga setempat mulai membendung tanggul jebol di Desa Karangreja menggunakan karung berisi pasir. Rencananya perbaikan swadaya ini akan dilakukan hingga Minggu (27/11/2016) besok. Sedangkan upaya perbaikan tanggul secara permanen akan diusulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Baca: Sungai Meluap di Cilacap

"Kami juga mengimbau kepada para kepala desa untuk berhati-hati karena intensitas hujan masih tinggi. Apalagi Sungai Cikawung jebol, khawatir ada banjir susulan," paparnya.

Selain merendam permukiman penduduk, banjir di empat desa tersebut juga mengakibatkan ratusan hektar sawah terendam. Meski begitu, hingga kini BPBD setempat belum memerinci data jumlah kerugian akibat banjir.

Sementara itu, untuk penanganan banjir di Kecamatan Sidareja, Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Cilacap, Gatot Air Widodo mengatakan telah menyediakan tiga lokasi pengungsian. Antara lain di Gedung Koramil Sidareja, Balaidesa Sidareja dan Kantor Kecamatan Sidareja. Banjir lebih dulu melanda kecamatan ini yakni sejak Kamis (24/11/2016) dini hari. Lantaran genangan air di rumah warga semakin hari kian tinggi, Warga memutuskan untuk mulai mengungsi sejak Jumat (25/11/2016) kemarin.

Baca: Longsor Landa Cilacap, Puskesmas dan Belasan Rumah Penduduk Rusak

Apabila banjir meluas, BPBD Cilacap juga telah menyiapkan Gedung Serbaguna di Kecamatan Sidareja sebagai lokasi pengungsian. Gatot menambahkan, sejak Jumat (25/11) lalu, BPBD juga mulai mendistribusikan logistik penanganan bencana. Mulai dari makanan hingga obat-obatan.

Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi tiga hari terakhir juga mengakibatkan longsor di sejumlah kecamatan. Yakni, Kecamatan Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur dan Cipari. Sebuah gedung Puskesmas dan belasan rumah penduduk terkena longsor. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.