Saling Menguatkan, GUSDURian Nonton Bareng Film 'The Imam and The Pastor' di Gereja

Juru bicara GUSDURian Kota Batu, Lilik Sugianto mengatakan kegiatan nonton bareng itu sekaligus bentuk dukungan ke gereja yang mendapat telepon teror ancaman bom pada Senin (14/11/2016).

Kamis, 17 Nov 2016 08:00 WIB

Film


KBR, Batu – Komunitas GUSDURian di Kota Batu Jawa Timur memperingati Hari Toleransi Sedunia dengan nonton bareng film berjudul The Imam and The Pastor di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Hati di Kota Batu, Jawa Timur.

GUSDURian merupakan komunitas para murid, pengagum dan penerus pemikiran dan perjuangan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan juga Presiden ke-4 RI.

Juru bicara GUSDURian Kota Batu, Lilik Sugianto mengatakan kegiatan nonton bareng itu sekaligus bentuk dukungan ke gereja yang mendapat telepon teror ancaman bom pada Senin (14/11/2016).

"Film The Imam and The Pastor itu tentang persahabatan seorang ulama dan pastor. Kita melihat bahwa perbedaan agama itu tidak menjadi halangan untuk kita saling bertoleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kita tetap optimis bahwa yang terjadi (saat ini) adalah politik, ini bukan dari sisi agama," kata Lilik, Rabu (16/11/2016).



Lilik menambahkan, pemutaran dan acara nonton bareng film The Imam and The Pastor di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Hati ini sudah direncanakan sejak 10 hari lalu.

Namun musibah terlebih dahulu dialami gereja itu, dengan mendapat telepon ancaman teror. Ancaman itu menyebutkan akan meledakkan bom di gereja beberapa hari kemudian.

Setelah pemutaran film, komunitas GUSDURian menyempatkan diri berkunjung ke Biara Rubiah Karmeli yang persis berada di depan gereja.

Film The Imam and The Pastor berkisah tentang dua warga Negara Nigeria yakni seorang pemimpin umat Islam di sana, Imam Muhammad Ashafa dan pemimpin umat Kristen, Pendeta James Wuye. Kedua pemuka agama itu berkeyakinan bahwa kekerasan di Nigeria bisa dihentikan oleh pemimpin masing–masing agama yang mendorong ajaran perdamaian dan nonkekerasan.

Kepala Paroki Gereja Katolik Gembala Baik Hati, Romo Michael Agung Cristi Putra berterimakasih atas kegiatan nonton bareng di gereja tersebut yang juga wujud saling menguatkan antar satu dengan lainnya.

"Pertemuan sore hari juga kami gunakan untuk menguatkan kami. Kami bersyukur, karena kami baru saja mengalami semacam telepon yang menteror gereja akan dibom. Jadi kehadiran (GUSDURian) ini menguatkan kami. Mereka kemarin bertanya, ragu apakah gereja tetap menerima, kami jawab tetap menerima," ujar Romo Michael.

Romo Michael menambahkan, film The Imam and The Pasor penuh pesan kebajikan, mendukung persaudaraan sejati. Bahwa perbedaan itu bukan dipertentangkan tapi saling melengkapi dan mendukung.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.