Ormas Berseragam Bubarkan Istigasah untuk Cirebon Bersih

"Kami dari Aliansi Cirebon Bersih menuntut penuntaskan kasus Gratifikasi RSUD Arjawinangun Cirebon. Kedua, usut tuntas Korupsi Bupati Cirebon,"

Senin, 28 Nov 2016 18:45 WIB

Sekelompok orang berseragam menyerang istigasah yang digelar Aliansi Cirebon Bersih, Senin (28/11). (Foto: Medsos)

KBR, Jakarta-  Aksi "Istigasah dan Doa Bersama untuk Cirebon Bersih" yang digelar di depan kantor Bupati Cirebon dibubarkan oleh ratusan orang berseragam loreng orange. Juru bicara Aliansi Cirebon Bersih, Ayip Muhammad Rifki mengatakan, aksi istigasah tersebut sudah mendapat izin dari kepolisian setempat. 

Atas pembubaran tersebut, Aliansi Cirebon Bersih kemudian mendatangi Polres Cirebon untuk melaporkan Bupati Sonjaya sebagai aktor intelektual yang memobilisasi massa preman untuk membubarkan paksa acara istigasah   dan doa bersama.

"Kami dari Aliansi Cirebon Bersih menuntut penuntaskan kasus Gratifikasi RSUD Arjawinangun Cirebon. Kedua, usut tuntas Korupsi Bupati Cirebon," jelas Ayip, Senin (28/11).

Dalam siaran pers yang diterima redaksi disebutkan aksi digelar pada pukul 09:00 di kantor bupati Cirebon. Sekitar 30 menit kemudian sebanyak 200an rombongan berseragam loreng masuk ke halaman kantor bupati. Selain ormas berseragam itu juga ada 50an orang yang memprovokasi jemaah. Mereka meneriakkan ujaran kebencian dan mengusir pendemo dengan menyiram air putih.  Para  Ibu-ibu lantas  ketakutan karena intimidasi dan mundur ke taman depan kantor Bupati.

Sekitar pukul 10 istigasah   dan doa bersama dimulai  dipimpin Kyai Nur Kamal. Saat itulah sekelompok orang itu  memaksa istigasah   diberhentikan.

"Jangan membuka aib bupati di depan umum, kalo memaksa dikarungin satu-satu saja," ancam mereka.

Meski diintimidasi Aliansi Cirebon Bersih  tetap  melanjutkan prosesi istigasah. Saat kyai Nur Kamal membaca doa, tiba-tiba dari dalam kantor Bupati, massa berbaju loreng orange dan preman melempari  dengan batu, botol air mineral juga pot bunga. Akibat hujan batu yg dilemparkan dari halaman  kantor bupati, sebagian terluka termasuk  Kyai Kamal yang langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat.

Jelang pukul 12 siang Aliansi Cerbon Bersih segera mendatangi Polres Cirebon untuk melaporkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Aliansi menuding bupati  sebagai aktor intelektual yang memobilisasi massa  untuk membubarkan paksa acara istigasah   dan doa bersama.


Editor: Rony Sitanggang


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.