Nelayan Rembang Pesimistis dengan Wacana Revitalisasi TPI

Sebagian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tak lagi berfungsi.

Sabtu, 05 Nov 2016 16:18 WIB

Ilustrasi: Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Rembang - Sebagian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tak lagi berfungsi. Menurut para nelayan, kondisi itu lantaran hasil tanggapan ikan yang kian menurun.

Itu sebab, kalangan nelayan di Rembang pesimistis terhadap wacana pemerintah daerah menghidupkan kembali TPI yang sudah belasan tahun tak lagi berfungsi itu. Menurut salah satu nelayan Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, Supeno, karena hasil tangkapan ikan semakin sedikit maka nelayan memilih langsung menjualnya ke tengkulak tiap kali usai melaut. Dibanding, memasukkan dulu ke tempat pelelangan ikan.

Karenanya, ia menganggap upaya revitalisasi TPI akan sia-sia.

"Antara dulu dengan sekarang jauh sekali jika dilihat dari sisi penghasilan. Kalau TPI ditata, sebenarnya setuju pak. Tapi hasil tangkapan nelayan sulit," jelas Supeno kepada KBR, Sabtu (5/11/2016)

Sementara Kepala Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang, Rasno menjelaskan TPI di kampungnya sudah lama tak terpakai. Nelayan-nelayan kecil, kata dia, sudah banyak yang gulung tikar karena pengeluaran dengan penghasilan tak sebanding.

Baca juga:

"Nelayan kecil sekarang minim sekali, nggak melaut. Mereka kini bergabung ke Pelabuhan Tasikagung ikut kapal besar. Kalau TPI dihidupkan lagi, peruntukan kedepan belum ada gambaran," ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Rembang berencana kembali menghidupkan enam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang lama mati. Instansi tersebut mengusulkan dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat, masing–masing Rp250 juta. Apabila disetujui, anggaran baru cair pada 2017 mendatang.





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Jadi Tersangka Setelah Bebas, Ini Peran Aman Abdurrahman di Kasus Bom Thamrin

  • 31 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Jawa Timur Menunggak Iuran Hingga Rp24 Miliar
  • Kimi Raikkonen Perpanjang Kontrak dengan Ferrari
  • Iran Akan Buka Blokir Twitter

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta