Ilustrasi tes urine. Foto: Antara


KBR, Pontianak- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis akan melakukan bersih-bersih internal terkait penyelundupan dan kepemilikan narkoba di wilayahnya. Bersih-bersih tersebut akan menyasar PNS dan keluarga mereka. Salah satu strategi khususnya, kata dia, yaitu dengan melakukan tes urine setahun sekali. 

 
“Pokoknya sekarang ini, kita termasuk para wartawan wajib mendukung perang melawan narkoba, dimanapun dia lewat kita tangkap, tidak ada urusan. Jadi di semua lini kita harus jaga. Nah kita meminta untuk masyarakat jangan terpengaruh, kunci utama kita menjaga dari dalam keluarga kita, kalau bagaimanapun dibujuk orang kita ndak mau, ya nggak bisa juga diakan, karena kalau tidak ada pasar kan tentu suplai juga tidak ada. Kalau kita menolak kan tidak bisa juga dia, karena dia berupaya sedemikian rupa untuk mempengaruhi orang lain,” ungkap Cornelis di Pontianak, Selasa (08/11/2016).
 
Cornelis melanjutkan, masyarakat di perbatasan Indonesia–Malaysia juga harus melawan masuknya narkoba dari negara tetangga. Caranya yaitu dengan menjaga wilayah masing-masing dan menolak menjadi kurir narkoba. Sebab, masuknya barang haram itu sebagian besar dari Malaysia dan Tiongkok, menggunakan warga Indonesia sebagai kurirnya.
 
Sebelumnya, Polresta Pontianak Kota menangkap seorang pemilik 18 kilogram sabu di Jalan Alianyang Gang Amal 2 Senin (07/11/2016). Sabu yang diduga dari Malaysia ini siap dijual ke pasaran, disembunyikan di dalam ban sebuah mobil besar yang dibagi dalam 18 paket per 1 kilogram. Penggrebekan pada Senin malam kemarin itu nyaris tanpa perlawanan, dan menjadi penggrebekan dengan jumlah narkoba terbesar yang dilakukan oleh Polresta Pontianak Kota. 

Dalam kurun waktu Januari hingga awal November 2016, Polda Kalbar berhasil menyita puluhan kilogram narkoba hasil tangkapan. 

Baca juga: BNN Akui Ada Aparat jadi Beking Narkoba


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!