Longsor Tutup Jalur Trenggalek - Ponorogo

Proses evakuasi material longsor belum bisa dilakukan.

Senin, 21 Nov 2016 11:32 WIB

Longsor di Kilometer 16 mulai terjadi sejak pukul 21.00 WIB Minggu (20/11/2016) malam. Foto: KBR/Adhar Mutaqin

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Trenggalek - Jalur utama Trenggalek-Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terputus akibat tertimbun tanah longsor. Arus lalu lintas dari kedua arah macet total. 

Camat Tugu, Rudijanto mengatakan, longsor di Kilometer 16 ini mulai terjadi sejak pukul 21.00 WIB Minggu (20/11/2016) malam. Reruntuhan longsor yang membawa material berupa tanah dan bebatuan besar terjadi hingga tengah malam tadi. 

Rudjianto memastikan proses evakuasi material longsor belum bisa dilakukan. Kata dia kondisi di lokasi longsor masih sangat berbahaya. Rencananya, pembersihan baru akan dilakukan setelah tidak ada pergerakan tanah dari tebing setinggi 50 meter tersebut. 

"Ini mungkin satu hari penuh untuk ruas Trenggalek-Ponorogo tertutup. Saat ini belum bisa dievakuasi, berbahaya sekali, sewaktu-waktu bongkahan batu bisa jatuh dari tebing. Tanahnya terus bergerak," katanya.  

Akibat longssor akses utama Trenggalek menuju Kabupaten Ponorogo maupun ke Jawa Tengah dan Jakarta terputus. Sementara arus lalu lintas dialihkan melalui Kabupaten Kediri maupun Kabupaten Pacitan. 

Tanah longsor di KM 16 sudah berulang kali terjadi. Bahkan selama sepekan terakhir sudah empat kali longsor. Tingginya intensitas hujan di wilayah Trenggalek mengakibatkan tebing curam di sisi jalan labil dan mudah runtuh. (Mlk)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau