Langka Air Bersih, Pemerintah Bangun Saluran Air Bawah Laut

Instalasi air minum bersih ini bersumber dari mata air di Pulau Nusakambangan.

Selasa, 08 Nov 2016 10:21 WIB

Instalasi Penyedia Air Bersih Kampung Laut. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo).

KBR, Cilacap- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) membangun instalasi penyedia air bersih bagi ratusan warga di Dusun Motean, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ini dilakukan untuk mengatasi persoalan penyediaan air bersih di daerah payau. 


Camat Kampung Laut, Nurindra Wahyu mengatakan, instalasi air minum bersih ini bersumber dari mata air di Pulau Nusakambangan. Air bersih disalurkan dengan pipa bawah laut sepanjang 2 kilometer.

Nurindra mengungkapkan, pembangunan sudah dimulai pada akhir 2015 dan saat ini sudah mulai beroperasi. Namun, sementara ini masyarakat Motean yang berjumlah sekira 500 keluarga harus mengambil sendiri ke instalasi penyedia air jernih lantaran pipa penyalur ke masing-masing rumah penduduk belum dibangun.

"Kesulitan kita di Kampung Laut itu air tawar. Kita dikelilingi air, tapi air tawar kita susah. Minimal, dengan mendekatkan sumber air tawar ke masyarakat, masyarakat akan dimudahkan. Rencananya ini akan dikelola oleh BUMDes dan dikelola secara profesional. Jadi melalui pipa bawah laut, kemudian dinaikkan. Seperti itu, jadi ini bukan dari air laut. Penjernih juga ada, panjangnya sekitar satu hingga dua kilometer lah," jelas Nurindra.

Baca: Warga Pinggiran Balikpapan Keluhkan Ketersediaan Air Bersih

Lebih lanjut Nurindra mengemukakan, selain bersumber pada mata air di Pulau Nusakambangan, instalasi air bersih ini juga menampung air hujan. Salah satu alat lain dalam instalasi ini adalah purifier (penjernih) yang mampu mengubah air payau atau laut agar bisa digunakan untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) oleh masyarakat setempat.

Nurindra menambahkan, ribuan warga empat desa di Kecamatan Kampung Laut sebagian besar mencukupi kebutuhan air bersih dari air hujan. Saat kemarau, warga terpaksa mengambil air bersih ke sejumlah mata air di Pulau Nusakambangan dengan menggunakan perahu.

Baca juga: Warga Banyuwangi Mulai Krisis Air Bersih


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.