Ilustrasi perekaman e-KTP (Foto: Muji/KBR)


KBR, Rejang Lebong- Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rejang Lebong menemukan adanya data ganda yang terekam dalam program e-KTP. Data ganda ini hampir merata terjadi di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala Disdukcapil setempat, Santoso mengatakan data ganda ini hampir merata terjadi di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Terdata sebanyak 741 yang tidak bisa dicetak  dari 165.193 penduduk yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik tersebut.

"Permasalahannya adalah pada saat perekaman e-KTP warga ketika ditanya petugas perekaman menggunakan nama panggilan tidak sesuai dengan Kartu Keluarga, pada saat perekaman secara massal yang dilakukan di tiap-tiap kecamatan dulu. Karena datanya salah tersebut warga melakukan perekaman kembali di Kantor Dukcapil tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu," ujar Santoso kepada KBR, Selasa (16/11/01)

Dia menambahkan, data ganda terjadi kemungkinan karena KTP elektronik yang hilang dan saat pengurusannya, warga kembali melakukan perekaman. Padahal seharusnya tidak perlu merekam kembali karena data pada e-KTP tersebut sudah ada di data base.

Dia meminta bagi warga yang pernah melakukan perekaman data hingga lebih dari sekali, datang kembali ke Dukcapil untuk diklarifikasi data yang sebenarnya.

Dari data yang terhimpun, 200.014 jumlah penduduk wajib e-KTP di Rejang Lebong,  sebanyak 34.821 belum melakukan perekaman. Sedangkan saat ini untuk blanko pembuatan e-KTP hanya tersisa 500 lembar yang kemungkinan bakal habis seminggu kedepan.

"Pihak kita sudah mengajukan blanko tersebut ke pusat, yang dengar kabarnya pengadaan blanko tersebut akan terlaksana pada bulan November, waktunya saja yang belum kita ketahui pasti. Bengkulu kota saja saat ini perekaman KTP sudah di stop karena kehabisan blanko. Kalau blanko habis kita sudah menyiapkan surat pengganti KTP sementara," tutupnya.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!