Jembatan Apung Pertama di Indonesia Diresmikan 1 Desember Mendatang

Jembatan apung Kampung Laut di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah akan mulai dipasang pada Rabu (16/11/2016).Jembatan apung itu akan dipasang di lokasi jalan penghubung Desa Ujung Alang menuju Klaces.

Selasa, 15 Nov 2016 12:18 WIB

Jembatan apung atau ponton ditarik menggunakan lima perahu dari Pangandaran menuju Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Muh Ridlo Susanto/KBR)



KBR, Cilacap – Jembatan apung Kampung Laut di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah akan mulai dipasang pada Rabu (16/11/2016).

Jembatan apung itu akan dipasang di lokasi jalan penghubung Desa Ujung Alang menuju Klaces.

Pimpinan Proyek Pembangunan Jembatan Apung Kampung Laut, Nazib Faizal mengatakan secara teoritis begitu jembatan dipasang bisa langsung digunakan oleh masyarakat.

Namun begitu, jembatan apung itu masih membutuhkan penyempurnaan posisi dan kekuatan jembatan. Antara lain, pemasangan pancang yang berfungsi sebagai pengait supaya jembatan ini aman dan stabil dari arus laguna dan pasang surut air laut.

Baca: Jembatan Apung Pertama di Indonesia Siap Dipasang di Cilacap    

Nazib Faizal mengatakan pemasangan jembatan apung baru bisa dilakukan Rabu besok karena menunggu persetujuan dari PLN sehingga kabel listrik masih melintang di atas jembatan. Dikhawatirkan, jika kabel belum dilepas akan menganggu proses pemasangan dan berbahaya bagi pekerja.

"Jadi besok akan setting up, kira-kira siang sekitar pukul 12.00 WIB. Kalau setting sampai digunakan, itu sudah bisa digunakan jembatannya. Cuma masih dikerjakan oleh warga. Penyempurnaan, loading test dan sebagainya, seperti kekuatan," kata Nazib Faizal saat dihubungi KBR, Selasa (15/11/2016).

Rencananya, jembatan apung itu akan diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono pada 1 Desember mendatang.

Lebih lanjut Nazib Faizal mengatakan saat ini pihaknya juga tengah mengerjakan abutment atau struktur pondasi pilar pada masing-masing sisi jembatan.

Berbeda dengan material pondasi apung (ponton) yang dibuat dari campuran komposit, sterofoam dan cor beton sehingga bisa mengapung, abutment jembatan dibangun dengan material biasa. Yakni, pasir, semen dan batu koral. Saat ini, pembangunan abutment sudah mendekati 100 persen.

Nazib menambahkan, sebelum tanggal 1 Desember 2016, petugas akan melakukan serangkaian ujicoba antara lain kekuatan, keseimbangan dan daya tahan jembatan.

Editor: Agus Luqman  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.