Jelang 4 November, Polisi Banyuwangi Perketat Penjagaan Rumah Ibadah

"Yang jelas saya sampaian Banyuwangi harus aman, NKRI harga mati buat siapa pun."

Kamis, 03 Nov 2016 17:32 WIB

Apel siaga anggota polisi untuk hadapi demo 4 November (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Banyuwangi- Kepolisian Banyuwangi Jawa Timur, memperketat penjagaan rumah ibadah yang ada di wilayahnya. Hal itu untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan menjelang aksi unjuk rasa yang dilakukan gabungan ormas islam di Jakarta 4 November 2016 besok.

Kepala Kepolisian Banyuwangi  Budi Mulyanto mengatakan, itu dilakukan untuk tetap menjaga keamanan di wilayah Banyuwangi. Polisi khawatir aksi demo itu digunakan kelompok lainnya yang ingin meneror.

Sementara, terkait demo 4 November di Jakarta, kata Budi, para ulama Banyuwangi yang tergabung dalam forum ulama Banyuwangi, bersepakat untuk tidak berdemo. Itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan yang ada di kabupaten ujung timur pulau Jawa ini.

"Kualitasnya kita tingkatkan, terutama tempat ibadah, seluruh tempat-tempat ibadah maupun tempat- tempat kegiatan masyarakat yang bisa menjadi pemicu. Yang jelas saya sampaian Banyuwangi harus aman, NKRI harga mati buat siapa pun," ujar Budi Mulyanto, Kamis (3/11/2016) di Kantor Kepolisian Banyuwangi.

Budi Mulyanto menambahkan, selain menjaga rumah ibadah, tempat keramain seperti mall dan pasar swalayan juga menjadi sasaran penjagaan kepolisian Banyuwangi.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.