Anggota tim gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelamnya kapal yang mengangkut TKI di Perairan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) memfokuskan pencarian enam korban kapal tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Basarnas Kepulauan Riau Abdul Hamid mengatakan, pencarian di sekitar lokasi kecelakan terus dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri atas Tim SAR Batam, Polres Barelang, Polair, dan BPBD kepulauan Riau dengan dibantu nelayan.

Selain itu, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan Tim SAR Malaysia (MRCC Johor) untuk memastikan kabar ditemukannya seorang korban di perairan negara itu.

"Kami sedang mencari enam orang lagi dan sedang mencoba menghubungi pihak yang menemukan 1 korban itu," ujar Abdul Hamid kepada KBR, Sabtu (5/11/2016).

Dari total 101 korban, 95 di antaranya telah ditemukan. Sebanyak 54 penumpang dinyatakan tewas sedangkan 41 lainnya selamat.

Menurut Abdul Hamid, selaku Basarnas provinsi Batam mengatakan, dari 95 korban yang ditemukan, 54 penumpang telah tewas dan 41 penumpang selamat sedangkan 6 korban lainnya masih dalam tahap pencarian.

"Sampai saat ini sudah 95 korban yang ditemukan dan kita masih melakukan upaya pencarian" imbuh Abdul Hamid.

Baca juga:

Dia pun menambahkan, dari 54 korban meninggal, 12 di antaranya sudah teridentifikasi oleh Tim Polda Kepulauan Riau dan akan dipulangkan Sabtu (5/11/2016) hari ini.

Berikut daftar korban tewas yang telah teridentifikasi :

1. Mahrun asal Lombok Tengah.
2. Siti Maisaroh asal Blora Jawa Tengah
3. Aprilia berumur tujuh bulan yang merupakan anak dari Maisarah
4. Aisyah asal Lombok Tengah
5. Supriadi berasal dari Kediri Jawa Timur
6. Maysaroh berasal dari Probolinggo Jawa Timur
7. Desiana, Perempuan dari Punggur, Batam
8. Rukmin (39) perempuan asal Lombok tengah
9. Ating Fatmawati (33) asal Lombok Timur
10. Zaenab (39) asal lombok tengah
11. Rian Eka Yuniar (31) asal Tulung Agung
12. Novianti (26) asal Lampung Utara.

Sebelumnya kapal yang mengangkut 101 penumpang terbalik di perairan Batam pada Rabu (2/11/2016) lalu. Kapal itu berisi 98 buruh migran Indonesia dan tiga anak buah kapal. Diduga kapal tenggelam karena menabrak karang, ditambah lagi adanya gelombang air besar sehingga mengakibatkan para penumpang jatuh dan terjun ke laut.

Saat terjadi kecelakaan terjadi, cuaca di Tanjung Bembam Batu Besar diterpa hujan deras disertai angin kencang. Hal itu menimbulkan gelombang cukup tinggi dan tidak aman bagi kapal-kapal kecil.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!