Empat Kecamatan di Trenggalek Terendam Banjir

Ketinggian banjir berkisar antara 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

Minggu, 13 Nov 2016 14:09 WIB

Pedagang evakuasi barang dari Pasar Ngrayung. Foto: Adhar Muttaqin/KBR

KBR, Trenggalek- Sebanyak ratusan rumah di empat kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terendam banjir. Dua kecamatan yakni Kampak dan Gandusari disebabkan luapan Sungai Tawing. Sementara di Kecamatan Munjungan dan Watulimo karena diguyur hujan Sabtu (12/11) malam.   


Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Agung Widodo mengatakan, ketinggian banjir berkisar antara 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

"Informasi memang banjir sampai masuk rumah, tapi untuk yang wilayah Kampak sudah surut, Munjungan juga demikian, karena airnya kan dari satu gunung, yang satu mengalir ke Kampak dan satunya mengalir ke Munjungan," katanya.  

Agung menjelaskan tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana banjir tersebut. Pihaknya megaku masih melakukan pendataan untuk kawasan yang terdampak banjir.

Meski demikian, banjir menyebabkan aktivitas pasar tradisional di Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusar terhenti total, karena seluruh bangunan yang digunakan para pedagang terendam air. Salah satu pedagang, Sumirah mengatakan, terpaksa menindahkan dagangannya ke pinggir jalan raya agar tetap bisa jualan.

"Pindah ke sini (pinggir jalan raya) karea pasarnya kebanjiran, tingginya sampai 1,5 meter. Banjirnya sejak tadi pagi, ini sudah menjadi langganan," ujarnya.

Menurut Sumirah, banjir di pasar ini sudah terjadi tiga kali selama satu tahun terakhir. Ia berharap pemerintah membuat sistem penanggulangan yang memadai sehingga pasar tidak menjadi langganan banjir.

Baca juga: Sungai Meluap, Hampir Seribu Rumah di Cilacap Diterjang Banjir


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Mendagri Minta Kepala Daerah Hati-Hati Tindak PNS Diduga Terlibat HTI

  • Menpan Belum Cek Keterlibatan PNS dengan Organisasi HTI
  • KPK Desak Polisi Ungkap Penyerang Novel
  • Warga Terdampak Ledakan Kebumen Tuntut Ganti Rugi

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.