Dokter Kompak Mundur, RSUD Bondowoso Jamin Pelayanan Tak Terganggu

Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur memastikan pelayanan kesehatan tidak akan terganggu.

Sabtu, 05 Nov 2016 21:18 WIB

RSUD dr. Koesnadi, Bondowoso, Jawa Timur. (Foto: rsu-drkoesnadi.go.id)


KBR, Bondowoso – Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur memastikan pelayanan kesehatan tidak akan terganggu. Kendati puluhan dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit tersebut menyatakan mundur.

Juru Bicara RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Yudho mengatakan, surat permohonan pengunduran diri para dokter itu belum mendapat persetujuan dari pihak manajemen. Sehingga, menurutnya, dokter-dokter spesialis tersebut masih harus bertugas dan melayani pasien. Ia mengklaim, sejauh ini pelayanan kesehatan di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso tetap lancar.

"Pengajuan mundur itu belum disetujui. Semua ada prosesnya. Sejauh ini para dokter spesialis juga masih melayani pasien seperti biasa. UGD, Inap semua masih kita layani," kata Yudho saat dihubungi KBR, Sabtu (5/11/2016).

Meski begitu Juru Bicara RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Yudho mengakui bahwa mundurnya dokter spesialis secara bersamaan itu memang mengejutkan seluruh pihak utamanya manajemen rumah sakit. Kini berbagai upaya dilakukan agar para dokter mengurungkan niat untuk mundur.

"Kami sedang bahas di internal rumah sakit. Selain itu, kita juga koordinasi dengan pihak lain termasuk Bupati dan para dokter. Semoga ada jalan keluar," imbuhnya.

Baca juga:

Dia pun meminta publik tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang beredar di tengah masyarakat. Salah satunya terkait informasi yang menyebut, tak ada dokter yang melayani pasien di RSUD dr. Koesnadi. Dia menegaskan kabar itu tidak benar.

"Jangan percaya isu – isu itu. Tentu saja dokter tidak mungkin menelantarkan pasien," pungkas Yudho.

Sebelumnya, seluruh dokter spesialis yang bertugas di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso serentak mengundurkan diri. Selain itu, para dokter itu juga mengajukan pencabutan Surat Izin Praktek (SIP) ke dinas kesehatan setempat.

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di RSUD koesnadi





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Anas Urbaningrum Jadi Saksi Sidang e-KTP

  • Wasekjen Golkar: Ketua Umum Selanjutnya Sebaiknya Tidak Rangkap Jabatan
  • Ratusan Penumpang KA Jalur Selatan Diangkut Bus akibat Longsor Garut
  • Warga AS Eks Tahanan Korut Ditemukan Tewas Terbakar