Ditanami Kopi, 1500 hektare Hutan Lindung Rejang Lebong Beralihfungsi

"Solusinya memang dengan menjadikan hutan kemasyarakatan. Kita sudah mengeluarkan izin untuk HKM seluas 1500 hektare."

Selasa, 08 Nov 2016 21:18 WIB

Ilustrasi (Foto: KBR/Friska K.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Rejang Lebong-  Sebanyak empat wilayah kawasan hutan Lindung di Bengkulu yang terletak di Desa Air Lanang, Tebat Tenong Dalam, Tanjung Dalam, Tebat Pulau dan Barumanis yang berstatus Kawasan Hutan Lindung dialihfungsikan menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKM).  Direktur Bina Usaha  Perhutanan Sosial dan Hutan Adat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Masyhud, mengatakan  1500 hektare  kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Rejang Lebong diizinkan  dialihfungsikan  menjadi HKM.

“Untuk di wilayah Rejang Lebong memang sebelumnya itu hutan lindung, yang ditanami kopi. Solusinya memang dengan menjadikan hutan kemasyarakatan. Kita sudah mengeluarkan izin untuk HKM seluas 1500 hektare  yang untuk izinnya sendiri sudah keluar semenjak bulan Agustus 2016 lalu,” ujar Direktur Bina Usaha  Perhutanan Sosial dan Hutan Adat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Masyhud, Selasa (08/11).

Selanjutnya tambah dia, perubahan ini agar masyarakat yang ada di dalam dan sekitar kawasan hutan untuk ikut mengelola kawasan hutan dengan skema hutan kemasyarakatan, hutan rakyat, hutan tanaman rakyat, hasil hutan bukan kayu termasuk hutan adat.

“Saya sudah melihat hasil hutan kemasyarakatan tersebut, dan patut ditindaklanjuti dalam bentuk industri kopi bubuk. Jadi kelompok – kelompok masyarakat ini tidak hanya menanam kopi tetapi mengelola produk-produk kopi itu sendiri,” jelasnya.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.