Ilustrasi. (Foto: baznas.go.id)


KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menerapkan cara tersendiri untuk mencegah terjadi pungutan liar atau pungli di lingkungan pemerintah daerah.


Pemkab Banyuwangi bakal menerapkan sistem e-Kinerja untuk mengukur kinerja para pegawai.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menilai sistem e-Kinerja lebih efektif dari pada membentuk Satuan Tugas (Satgas) pungli. Sebab, kata Anas, dengan e-Kinerja setiap instasi di Banyuwangi dituntut menunjukan program kerja yang baik.

Baca: Menpan RB Ancam Pecat Petugas yang Pungli   

Anas mengatakan dengan kinerja yang baik, pungli akan bisa diminimalkan. Terlebih lagi, Pemkab Banyuwangi akan memberi tunjangan kinerja  pegawai bagi instasi yang dinilai mempunyai program kerja yang bagus. Program kerja setiap instasi itu akan dilihat di e-Kinerja.

"Untuk meningkatkan pelayanan ke depan, untuk memotong pungli dan lain kita memakai e-Kinerja. Sekaligus dengan sistem ini akan mendorong orang yang bekerja nanti akan mendapatkan insentif yang cukup. Yang malas ya sesuai dengan imbalan yang mereka dapat. Sehingga dengan begitu sudah ada e-Kinerja sistemnya juga dibangun dengan bagus. Saya minta (sistem e-Kinerja) tuntas pada 2017, sudah tidak ada lagi pungli," kata Abdullah Azwar Anas, di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi, Rabu (9/11/2016).

E-kinerja adalah pemanfaatan infrastruktur jaringan digital dengan perangkat lunak yang gratis. Daerah yang pertama kali menerapkan e-Kinerja adalah Pemerintah kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Secara garis besar, e-kinerja dimulai dari seorang staf melaporkan kegiatannya ke dalam aplikasi berbasis web secara harian, dan selanjutnya atasan menyetujui laporan itu secara mingguan.

Selanjutnya ada unit penilaian independen yang akan memverifikasi masukan maupun persetujuan tersebut dan membrikan nilai kinerja secara bulanan.

Baca: Alasan Satgas Saber Pungli Diisi Pejabat Pengawasan   

Abdullah Azwar Anas berharap dengan sistem ini praktek pungli di Banyuwangi bisa ditekan dan dihilangkan.

Baca: Satgas Pungli Cuma Rekomendasi, Pukat: Gak Bakal Dijalankan   

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!