Truk pengangkut kayu melewati jalan yang rusak di wilayah perbatasan di Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kaltara. (Foto: Adhima Sukotjo/KBR)


KBR, Nunukan – Jalan Trans Kalimantan yang dibangun di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan  Kalimantan Utara mengalami kerusakan parah.

Anggota DPRD Nunukan Karel Sompotan mengatakan kerusakan bahkan dilaporkan lebih dari 70 persen dari panjang jalan yang diperkirakan lebih dari 200 kilometer.

Karel mengatakan, ruas jalan Trans Kalimantan itu dibangun belum genap setahun lalu. Namun jalanan rusak karena dilwati truk pengangkut perusahaan.

"Hanya sekitar 30 persen saja yang aspalnya masih bagus. Perawatannya tidak ada, lalu juga itu jalan dilewati oleh beberapa perusahaan yang truknya tidak sesuai standar,” ujar Karel Sompoton Rabu (23/11/2016).

Baca: Diguyur Hujan Lebat, Jalan Trans di Kalimantan Utara Rusak Parah  

Terkait kualitas pengerjaaan proyek jalan Tran Kalimantan, Karel Sompoton mengatakan ebetulnya kualitasnya sudah sesuai aturan. Namun, jalanan itu terus dilewati truk dengan beban muatan berat. Hal itu membuat umur aspal tidak lama.

“Pemerintah setiap tahun kan mengevaluasi aspal di sana. Tetapi satu tahun kemudian hancur. Harusnya kan empat tiga tahun baru ada rehabilitasi. Kualitas pekerjaannya saya rasa sesuai, karena dia buat untuk delapan ton beban, lalu dinaikkan sampai 30 ton beban... Pokoknya begitu selesai hancur lagi," lanjut Karel Sompoton.

Kerusakan parah jalan Trans Kalimantan di wilayah perbatasan menimbulkan seringnya terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Selain itu warga terkendala transportasi yang membuat stok kebutuhan bahan pokok di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan menjadi langka.

Baca: Bangun Infrastruktur, Kaltim Terima Dana Trasfer Reguler Rp 2 Triliun   

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!