Anak SD Dipukul Orang Tua Hingga Babak Belur

Dila, Siswa Kelas VI SDN Pancoran II Bondowoso dipukul hingga babak belur oleh kedua orangtuanya.

Minggu, 20 Nov 2016 15:41 WIB

Ilustrasi kekerasan anak. Foto: kemenag.go.id

KBR, Bondowoso - Kasus kekerasan pada anak kembali terjadi di Bondowoso, Jawa Timur. Kali ini Dila, Siswa Kelas VI SDN Pancoran II dipukul hingga babak belur oleh kedua orangtuanya.

Kapolsek Kota Bondowoso, AKP Yunaryanto, membenarkan adanya laporan dari perangkat desa atas penganiayaan yang diterima Dila dari orangtuanya. Kepada KBR, Yunaryanto mengatakan laporan sudah diterima sejak Kamis (17/11/2016).

"Iya benar ada laporan soal itu. Yang melaporkan kalau tidak keliru perangkat desa. Senin besok rencana kita ada pendampingan kepada korban oleh PPA Polwan," kata Yunaryanto saat dihubungi, Minggu (20/11/2016).

Menurut Yunar, untuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan anak–anak, ada perbedaan dalam hal penanganan. Semua prosesnya harus ada pendamping yang dilibatkan untuk mengawal korban.

“Kita sudah hubungi Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Jember yang menangangi anak–anak untuk konsultasi karena memang penanganan hukum apalagi yang melibatkan anak berbeda,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun KBR menyebut, Dila kerap kali disiksa oleh ayah kandung dan ibu tirinya. Siswa kelas VI SD ini juga kerap mendapat perlakuan kasar dari orang tuanya mulai dipukul hingga tak diberi makan sebelum tuntas melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring atau mencuci baju.

Data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bondowoso menyebut, angka kekerasan pada anak di Bondowoso setiap tahun selalu naik turun. Tahun 2010, angka kekerasan mencapai 25 kasus, 2011 tercatat 21 kasus, sementara tahun 2012 menempati angka tertinggi dalam 5 tahun yakni 32 kasus.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Polisi Sudah Tunjuk Penyidik untuk Periksa Novel di Singapura

  • Koalisi Peduli KPK Sebut Penyerangan Air Keras Terhadap Novel Libatkan Petinggi Polri
  • Puncak Macet, 31.325 Kendaraan Keluar Tol Bogor
  • Kawanan Bersenjata Tembaki Konvoi PBB

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?