Aksi 4 November, Pendemo Sasar Rumah Ibu Jokowi di Solo

"Agar ibunda, ibu suri ini mengingatkan anaknya tidak membela atau melindungi ahok"

Jumat, 04 Nov 2016 17:46 WIB

Aksi 4 November. Pengunjukrasa mendemo rumah pribadi Presiden Jokowi di Solo, Jateng. (Foto: KBR/Yudha S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Solo- Ratusan orang dari berbagai ormas Islam   berunjukrasa di dekat rumah pribadi presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. Dari Manahan massa berjalan menuju kompleks rumah pribadi Presiden Jokowi dan keluarga di Solo yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Ratusan anggota ormas tersebut tidak bisa masuk ke sekitar kompleks rumah pribadi Presiden. Ratusan polisi perempuan berkerudung, polisi bersenjata lengkap, TNI berseragam dan bersenjata hingga paspampres menjaga ketat lokasi sekitar rumah Presiden dan keluarga.
 
“Kita di sini, di dekat rumah Presiden Jokowi, di dekat rumah ibunda Presiden. Agar ibunda, ibu suri ini mengingatkan anaknya tidak membela atau melindungi Ahok yang sudah menghina Islam. Kita berharap penegakkan supremasi hukum. Adili Ahok. Aksi muslimah tadi pagi sudah berhasil perwakilan menemui Ibunda Presiden Jokowi. Sudah menyampaikan aspirasi kami.” Ujar orator aksi.

Juru bicara Dewan Syariah Kota Solo, Endro Sudarsono, mengatakan selain memberangkatkan anggota ke Jakarta, sebagian anggota ormas Islam berdemo di dekat rumah pribadi keluarga Presiden.

“Ya tidak semua anggota ormas Islam berangkat ke Jakarta. Sebagian memilih menggelar aksi serupa di Solo. Komunitas perempuan muslimah di Solo menggelar aksi di dekat rumah ibunda Presiden Jokowi. Kalau diizinkan nanti ada perwakilan yang menyampaikan aspirasi ke ibunda Presiden Jokowi agar mengingatkan anaknya tidak membela Ahok yang sudah menghina Islam.”

Sebelumnya  200 perempuan dari berbagai ormas Islam menggelar aksi di sebuah masjid yang berjarak sekitar 300 meter dari kompleks rumah pribadi Presiden Jokowi dan ibundanya, Sudjiatmi Notomiharjo, Jumat pagi. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi