Ilustrasi bibit pohon. Foto: Antara

KBR, Kebumen– Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) kembali menggelar aksi tanam pohon di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan, pada hari ini, Minggu (27/11/2016). Ini dilakukan usai Komisi Amdal Semarang mengabulkan tuntutan warga untuk membatalkan Amdal dan mengembalikan KBAK sebagai kawasan eco-Karst yang harus dilindungi.

Wakil Ketua Perpag, Lapiyo mengatakan, areal tanam meliputi 4 desa yakni Banyumudal, Nogoraji, Sikayu dan Kalisari. Sejumlah 27 ribu bibit pohon akan ditanam mulai dari titik awal di Dusun Jeblosan Desa Sikayu, Buayan.

Aksi tanam pohon ini merupakan yang kedua kalinya setelah aksi tanam pohon pertama oleh warga Perpag bersama aktivis lingkungan dan simpatisan pelestari Karst Gombong Selatan pada Desember 2015 lalu.

Ia menjelaskan, aksi tanam pohon ini diikuti oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, buruh, perempuan, dan pelajar. Aksi ini juga melibatkan kementerian terkait dan DPRD Kebumen.
 
“Gerakan penghijauan untuk Kawasan Karst Gombong Selatan. Kami punya niat karena itu, secara hukum, tidak layak untuk ditambang. Tidak mendapat izin. Kami bertanya-tanya, kenapa kok, perusahaan semen sudah menebang pohon-pohon. Itu juga sudah kami ceritakan ke wakil dari kementerian ESDM tadi. Itu (memang) tidak layak (ditambang). Ini ditanami pohon jati, akasia, tumpangsari. Daripada terbengkalai, jadi gersang, masyarakat berkegiatan seperti itu,” kata Lapiyo kepada KBR, Minggu (27/11/2016).

Lebih lanjut Lapiyo mengatakan luasan kawasan karst yang akan ditanami meliputi lahan seluas 32 hektar. Areal ini diidentifikasi sebagai bagian dari Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan, yang pernah ditetapkan sebagai kawasan lindung Eco-Karst.

Menurut Lapyio, bibit pohon berasal dari berbagai pihak. Antara lain, Pemkab Kebumen, UPN Yogyakarta, Unsoed Purwokerto, Walhi Jateng, JKPM Semarang, Kadang Tani Alas Karanganyar (Kebumen) dan Perkumpulan Warga Perantau asal Gombong di Jakarta.

Baca: Karst Gombong Selatan Diusulkan Jadi Kawasan Konservasi

Karst Gombong Selatan adalah sumber kehidupan bagi ribuan masyarakat sekitar Buayan, Rowokele, Ayah, Gombong, Puring, Kuwarasan dan sekitarnya. Pegunungan ini menyuplai kebutuhan air untuk puluhan ribu hektar sawah dan lahan pertanian, serta memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga 11 kecamatan.


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!