Kapolda Bali Sugeng Priyanto memantau gelar pasukan pengamanan Sidang Umum Interpol, di Nusa Dua Bali. (Foto: Yulius Martoni/KBR)



KBR, Nusa Dua
- Kepolisian Bali menggelar pasukan dengan kata sandi Puri Agung VII dalam rangkap pengamanan Sidang Umum Kepolisian Internasional (Interpol) ke-85.

Gelar pasukan dilaksanakan di Lapangan Renon, Denpasar.

Kapolda Bali, Sugeng Priyanto mengatakan pengamanan akan dilaksanakan selama sembilan hari mulai 4 November sampai 12 Nopember 2016 di kawasan tempat sidang, Hotel Nusa Dua.

"Ini bukan saja urusan polisi, ini urusan bangsa dan negara khususnya Bali di mata dunia internasional. Seluruhnya ada 3.800 personil kepolisian dan TNI, juga melibatkan pecalang", kata Sugeng Priyanto.

Operasi pengamanan akan di mulai Rabu (2/11/2016) tengah malam nanti hingga tanggal 12 Nopember mendatang.

Kapolda Bali Sugeng Priyanto mengatakan kasus narkotika dan terorisme akan menjadi isu utama yang akan di bahas dalam sidang Interpol ke-85.

Forum ini juga akan membahas sejumlah isu kejahatan lintas negara lain, seperti cyber crime (kejahatan dunia maya) narkotika dan perdagangan manusia.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika meminta masyarakat Bali dapat mendukung dengan menciptakan kondisi yang aman.

Sidang tingkat internasional ini juga berdampak positif bagi pelaku wisata di. Selama berada di Bali, para delegasi sidang umum Interpol itu juga akan mengunjungi tempat wisata di Bali.

Sidang umum Interpol merupakan sidang umum terbesar ke dua setelah sidang umum PBB. Sidang ini diikuti kepala kepolisian dari 190 negara dengan jumlah delegasi sekitar 2.000 peserta.

Para peserta disiapkan menginap di 15 hotel di Nusa Dua Bali.

Sidang Umum Interpol tahun ini bertema penyusunan peta jalan untuk kepolisian internasional.

Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan membuka sidang umum Interpol itu pada akhir pekan ini.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!