Ratusan Warga Banyumas Demo Minta Bupati Rekomendasikan Penghentian PLTP Baturraden

Warga menilai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden sebabkan kerusakan lingkungan

Senin, 09 Okt 2017 14:38 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyumas– Ratusan warga dari tiga kecamatan, aktivis lingkungan dan mahasiswa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah  menggelar unjuk rasa menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden.  Koordinator Aksi, Sasongko mengatan, mereka menuntut agar Bupati Banyumas, Achmad Husein menerbitkan rekomendasi supaya Gubernur Jawa Tengah menghentikan proyek tersebut. Pasalnya, berbagai dampak lingkungan terus terjadi pasca-eksplorasi PLTP dimulai pada Oktober 2017 lalu.
 
Sasongko menjelaskan, yang paling terasa adalah keruhnya aliran Sungai Prukut yang menjadi sumber air bersih ribuan warga di Kecamatan Cilongok. Sungai Prukut, kata dia, amat vital untuk perikanan, peternakan dan industri rumah tangga di bagian hilir. Sejak Sungai Prukut keruh, kata Sasongko, warga mengandalkan air galon untuk konsumsi. Sementara, untuk kegiatan MCK, warga terpaksa mencari sumber air yang tak terdampak.
 
Sasongko menegaskan, mereka menuntut agar izin eksplorasi itu dicabut. Pasalnya, dampak-dampak lain akibat proyek telah terasa, antara lain banyak hewan yang turun ke ladang penduduk, seperti kijang dan babi hutan yang merusak tanaman warga di tiga kecamatan. Tiga kecamatan yang menurut dia terdampak adalah Kecamatan Cilongok, Karanglewas atas dan Kecamatan Sumbang.

“Dampak air keruh itu sudah terjadi empat periode ini. Kalau air sendiri tidak bisa dipakai, tidak bisa dikonsumsi. Yang ikut aksi sendiri, dari Kecamatan Cilongok, hampir semua (desa) Kecamatan Cilongok. Kalau Kecamatan Karanglewas atas, Desa Singalangu Desa Semarmayang. Kalau Kecamatan Sumbang Cibeureum sama Kebanggan. Kami akan bertahan menunggu Pak Bupati di sini,” kata Sasongko, Senin (9/10/2017).
 
Sementara, dalam aksi itu demonstran melakukan aksi jalan kaki (longmarch) dari IAIN Purwokerto menuju Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Banyumas. Mereka menolak keberadaan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden. Mereka mendesak agar dipertemukan dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein. Namun, hingga berita ini diturunkan, mereka belum bisa masuk ke komplek Sektretariat Daerah dan belum bisa bertemu bupati.

  Dalam selebaran yang dibagikan, Sasongko menyebut bahwa PLTP sebagai teror yang menimbulkan kekhawatiran bagi warga lereng selatan gunung Slamet. Kekhawatiran disebabkan oleh kontaminasi lumpur di Kali Krukut dan semakin maraknya satwa liar turun ke perkebunan warga. Untuk itu, izin proyek ini harus dicabut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Praperadilan Setnov Gugur

  • Pemkab Nunukan Hutang Rp 40 Miliar
  • Kanada Izinkan Ekspor Senjata ke Ukraina
  • Sepupu Nani Dapat Kontrak United

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi