Jokowi Perintahkan Forkompimda Sumut Selesaikan Pembebasan Lahan Tol Medan-Binjai

"Ini bukan untuk kepentingan satu orang. Tapi untuk kepentingan rakyat semuanya dalam rangka mobilitas barang yang murah."

Jumat, 13 Okt 2017 22:16 WIB

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sumut, untuk meresmikan beberapa tol Medan-Tebing Tinggi, Jumat (13/10). (Foto: KBR/Anugrah A.)

KBR, Medan- Presiden  Joko Widodo meminta kepada Forum Koordinasi Pemimpin di Daerah  (Forkompimda) Sumut   segera menyelesaikan permasalahan   pembebasan lahan tol Medan-Binjai. Jokowi menyampaikan itu setelah meresmikan jalan tol Medan-Tebing Tinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah dan jalan tol Medan-Binjai ruas Medan Helvetia-Megawati.

"Ada yang masalah di Medan-Binjai. Masih ada masalah soal pembebasan lahan. Tapi saya sudah perintahkan kepada Kapolda, Kajati dan Pangdam juga ikut mendukung, agar penyelesaian itu bisa dipercepat," kata Jokowi di Deli Serdang, Sumut, Jumat (13/10).

Jokowi juga meminta kepada Kanwil Badan Pertanahan Nasional untuk melakukan pendekatan yang baik saat membebaskan lahan tol Medan-Binjai.

"Ini bukan untuk kepentingan satu orang. Tapi untuk kepentingan rakyat semuanya dalam rangka mobilitas barang yang murah," ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, saat pembangunan infrastruktur terlambat maka biaya pembangunan akan semakin mahal. Terutama harga pembebasan lahan yang akan semakin mahal.

"Kita ini sudah ketinggalan jauh soal infrastruktur sekali infrastruktur ini terlambat di bangun semakin ke sana akan semakin mahal," tutur Jokowi.

Jokowi mengatakan Pembangunan Jalan Tol Medan‎-Binjai dan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, tetap dilanjutkan. Hal itu dilakukan untuk memberikan fasilitas menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung dan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

"Ini belum selesai, karena nanti akan disambung lagi ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Sei Mangkei, dan juga ke Toba. Artinya setiap kawasan industri dan kawasan pelabuhan, tempat keluar masuknya barang. Jadi semakin cepat semakin efisien. Begitu juga yang ke (Danau) Toba harus diselesaikan," ucap Presiden RI, Joko Widodo.

Jokowi melanjutkan, "Saya tanya ke menteri (PUPR) kapan selesainya, kira-kira pertengahan 2018. Catat ya, yang janji menteri, bukan saya. Jadi kita harapkan nanti mobilitas orang dan barang akan cepat, harga transportasi murah. Karena biaya transportasi di Indonesia dibandingkan Singapura, lebih mahal 2,5 kali lipat. Sehingga kalau diturunkan, daya saing meningkat."

Pembangunan Tol Medan-Binjai dilakukan sepanjang 16,73 kilometer. Namun, yang diresmikan baru sepanjang 10,46 kilometer.‎ Sisanya, masih dalam pengerjaan. Untuk pembangunan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi total panjang 61,65 kilometer dan yang diresmikan 41,58 kilometer.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Praperadilan Setnov Gugur

  • Pemkab Nunukan Hutang Rp 40 Miliar
  • Kanada Izinkan Ekspor Senjata ke Ukraina
  • Sepupu Nani Dapat Kontrak United

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi